Joy-Lance Mickels tidak pernah menyangka akan berdiri di Old Trafford sebagai pemain Liga Champions. Namun, Kamis (10/9/2026) dini hari WIB, penyerang Sabah itu akan mewujudkan mimpi masa kecilnya ketika timnya menghadapi Manchester United di laga pembuka fase liga Liga Champions.
Pemain berusia 32 tahun itu mengaku telah menjadi penggemar Setan Merah sejak kecil. "Saya menonton setiap pertandingan United jika memungkinkan," ujarnya kepada BBC World Service. "Ini undian terbaik yang kami dapat. Semakin istimewa karena kami akan bermain di Old Trafford. Manchester United adalah salah satu klub terbesar di dunia, jadi akan menjadi momen yang membanggakan bisa tampil di sana."
Mickels bukan sekadar pelengkap. Ia menjadi motor Sabah di babak kualifikasi dengan mencetak empat gol, termasuk gol penentu kemenangan agregat 6-4 atas Hapoel Be'er Sheva setelah pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Sabah, klub yang baru berdiri sembilan tahun lalu, sukses melewati empat babak dua leg untuk pertama kalinya menembus fase liga Liga Champions.
Perjalanan Mickels menuju panggung elite Eropa tidak mulus. Lahir dan besar di Jerman, ia menghabiskan awal karier di liga-liga bawah sebelum mencoba peruntungan di Belanda dan Arab Saudi. Ia sempat memperkuat Sabah pada 2021-2023, lalu kembali ke Bank Respublika Arena dua tahun lalu. "Karier saya tidak selalu berjalan lurus atau mudah," kenangnya. "Tapi setiap pengalaman membantu saya tumbuh sebagai pesepakbola dan pribadi."
Berkat darah Rwanda dari orang tuanya, Mickels memulai debut internasional bersama The Wasps pada Maret lalu. Kini, ia akan menjadi pemain Rwanda pertama yang tampil di fase utama Liga Champions. "Saya sangat bangga dengan akar Rwanda saya. Mewakili Rwanda sambil bermain di Liga Champions sangatlah istimewa. Saya harap perjalanan saya bisa menginspirasi pemain muda Rwanda bahwa dengan keyakinan, kerja keras, dan kesabaran, mimpi itu bisa tercapai."
Setelah menghadapi United, Sabah masih akan bertemu raksasa Eropa seperti Borussia Dortmund dan Barcelona. Karena stadion mereka tidak memenuhi regulasi UEFA, laga kandang kemungkinan digelar di Stadion Olimpiade Baku. Di laga terakhir, mereka akan bertandang ke markas juara Premier League, Arsenal. "Setiap pertandingan Liga Champions istimewa karena Anda bersaing dengan yang terbaik. Tapi tentu saja Manchester United dan Barcelona langsung menonjol karena sejarah dan reputasi globalnya," tambah Mickels.
Manajer Sabah, Valdas Dambrauskas, memiliki kisah unik: ia menggunakan uang hadiah dari acara Who Wants to Be a Millionaire? versi Lithuania untuk membangun karier kepelatihan. Meski dianggap underdog, Mickels menegaskan timnya tidak datang hanya untuk bersenang-senang. "Kami ingin kompetitif di setiap laga dan menunjukkan kualitas yang membawa kami sejauh ini. Kami ingin meraih poin sebanyak mungkin dan membuat lawan kesulitan."
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang