Fenerbahce harus menerima kenyataan pahit setelah UEFA menjatuhkan sanksi kepada dua pemain kuncinya, Matteo Guendouzi dan Mason Greenwood, buntut kericuhan usai kemenangan dramatis mereka atas Lyon di play-off Liga Champions. Gelandang asal Prancis itu dihukum larangan bermain empat pertandingan di kompetisi Eropa, dengan dua pertandingan ditangguhkan, serta denda 50.000 euro atau sekitar Rp850 juta. Sementara itu, Greenwood, yang baru bergabung dari Marseille, menerima larangan satu pertandingan bersyarat dan denda 30.000 euro (sekitar Rp510 juta).
Kericuhan yang terjadi di akhir laga leg kedua play-off Liga Champions tersebut memicu reaksi keras dari UEFA. Selain Guendouzi dan Greenwood, pelatih kiper Lyon, Antonio Ferreira, juga dihukum larangan lima pertandingan dengan dua ditangguhkan karena dianggap melakukan "serangan serius" terhadap pihak lawan. Keputusan ini diumumkan UEFA pada Jumat (4/9/2026), menyusul insiden yang terjadi di Stadion Groupama, di mana Fenerbahce memastikan lolos ke fase liga dengan agregat 3-2.
Insiden bermula saat Guendouzi, yang semasa membela Marseille kerap menjadi sasaran ejekan suporter Lyon, merayakan kemenangan dengan cara yang dianggap provokatif. Mantan pemain Arsenal itu terlihat mengejek pendukung tuan rumah dan bahkan berteriak "Allez l'OM" — sebuah seruan khas Marseille — ke arah kamera. Aksi tersebut memicu kemarahan suporter lokal dan berujung pada aksi saling dorong di lorong stadion setelah pertandingan usai.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pria berseragam Lyon berkonfrontasi dengan Guendouzi saat menuju ruang ganti, sebelum akhirnya petugas keamanan dan sejumlah pemain dari kedua tim mencoba melerai. UEFA menilai Guendouzi bersalah karena "menghina orang lain saat pertandingan, memprovokasi penonton, dan melanggar aturan dasar perilaku sopan". Sementara Greenwood, yang pindah ke Fenerbahce dari rival sengit Lyon, Marseille, pada musim panas lalu, dihukum karena "melanggar aturan dasar perilaku sopan".
Fenerbahce merespons hukuman tersebut dengan pernyataan resmi yang menyatakan akan menempuh jalur banding. "Klub kami sedang mengevaluasi keputusan dan alasan yang dikeluarkan oleh UEFA melalui departemen hukum kami, dan akan menempuh proses arbitrase serta banding yang diperlukan ke komite banding UEFA terhadap hukuman yang dijatuhkan," demikian bunyi pernyataan klub asal Istanbul itu. Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi Fenerbahce yang tengah bersiap menghadapi fase liga, apalagi Guendouzi merupakan sosok sentral di lini tengah mereka.
Guendouzi sendiri sebelumnya mengaku merasa "tidak dihormati" oleh suporter Lyon yang melontarkan hinaan bernuansa keluarga. "Ketika Anda memiliki 60.000 orang menghina keluarga Anda, ibu Anda, anak-anak Anda, bahkan sebelum pertandingan, dan tidak ada seorang pun dari pihak wasit yang meminta penonton untuk tenang," ujarnya kepada wartawan setelah laga. "Jika kami tidak bisa merayakan kemenangan dengan cara yang kami inginkan, saya rasa itu mengecewakan."
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang