Kemenangan tipis 3-2 yang diraih oleh AC Milan saat menjamu Atalanta di San Siro pada Minggu malam, ternyata tidak sepenuhnya membuat media Italia tenang. Di balik rekor tak terkalahkan yang sukses dijaga di awal musim Liga Italia 2026-27, sorotan tajam justru mengarah kepada sang pelatih anyar, Ruben Amorim, yang dinilai menyisakan pekerjaan rumah besar terkait kebugaran skuadnya.
Tampil di hadapan pendukung sendiri, Rossoneri sempat di atas angin ketika unggul telak tiga gol tanpa balas saat pertandingan baru berjalan satu jam. Pesta gol tuan rumah dibuka oleh rekor pembelian klub Goncalo Ramos, yang kemudian diperbesar melalui aksi Adrien Rabiot serta Mario Gila. Bahkan, Ramos memiliki peluang emas untuk memperlebar keunggulan via titik putih, namun eksekusinya gagal berbuah gol.
Petaka nyaris mendatangi Milan ketika laga memasuki pertengahan babak kedua, di mana Atalanta bangkit perlahan dan memperkecil kedudukan lewat gol Gianluca Gaetano pada menit ke-66. Tekanan semakin membakar tribun Stadio San Siro tatkala Nikola Krstovic mencetak gol kedua tim tamu pada menit ke-81, memaksa kiper andalan tuan rumah jatuh bangun melakukan penyelamatan krusial demi mengamankan tiga poin penuh.
Dilansir dari Football Italia, laporan pasca-pertandingan dari La Gazzetta dello Sport menilai bahwa taktik racikan Amorim menuntut energi fisik yang luar biasa besar dari para pemainnya. Hal inilah yang diduga menjadi akar masalah mengapa Milan kerap kehabisan bensin dan gagal mempertahankan standar permainan yang sama selama 90 menit penuh dalam setiap laga.
Kendati demikian, apresiasi tetap diberikan kepada pelatih asal Portugal tersebut yang melakukan tujuh perubahan dalam susunan starting XI dari kemenangan Liga Europa atas RB Salzburg, namun tetap mampu mencetak tiga gol. Media Italia melihat Milan kini mulai menemukan identitas menyerang yang jelas, meski isu fisik ini harus segera diselesaikan agar tidak menjadi batu sandungan di laga-laga berikutnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang