Peluang emas yang sudah di depan mata harus menguap begitu saja ketika cuaca ekstrem memaksa pengelola membatalkan balapan utama di Sirkuit Phillip Island. Manajer Tim Ducati, Davide Tardozzi, mengakui bahwa kegagalan mengaspal di lintasan akhir pekan ini membuat Marc Marquez kehilangan kesempatan emas untuk memperlebar jarak aman di puncak klasemen sementara.

Hujan deras yang tak kunjung reda mengguyur kawasan sirkuit dan menciptakan situasi berbahaya, terutama karena jarak pandang bagi helikopter medis tertutup total. Demi alasan regulasi keselamatan dan evakuasi darurat, penyelenggara tidak punya pilihan selain membatalkan seri balapan tersebut secara resmi demi melindungi keselamatan para pembalap.

Situasi ini tentu menjadi kerugian tersendiri bagi kubu Ducati yang tengah memburu poin maksimal di paruh akhir musim. Terlebih lagi, sang rival terdekat, Jorge Martin, harus absen dari balapan akibat mengalami cedera, yang seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Marquez untuk melesat jauh meninggalkan pesaingnya.

Sebelum pembatalan diumumkan, Marquez sebenarnya dijagokan bakal tampil dominan di atas lintasan basah Phillip Island dan mengemas tambahan 25 poin penuh. Kendati demikian, Tardozzi menegaskan bahwa keputusan pembatalan adalah langkah paling logis yang harus diambil mengingat keselamatan jiwa jauh lebih berharga daripada hasil sebuah balapan.

Dengan batalnya seri ini, jarak poin di papan atas klasemen tidak mengalami perubahan signifikan, di mana Marquez kini masih memimpin ketat dengan keunggulan tipis 10 angka saja. Persaingan perebutan gelar juara dunia dipastikan bakal semakin sengit dan panas pada seri-seri tersisa musim ini.