Manchester United sedang berada di ujung tanduk dan terancam semakin terbenam dalam krisis ketika harus melawat pada matchday ketiga Manchester United di ajang Liga Champions tengah pekan ini. Skuad asuhan Michael Carrick datang dengan membawa luka mendalam setelah melalui rentetan hasil minor yang membuat fans di Old Trafford gigit jari sepanjang beberapa pekan terakhir.
Puasa kemenangan seolah menjadi hantu yang terus mengikuti langkah Bruno Fernandes dan kolega sejak terakhir kali membekuk Sabah dengan skor telak 4-0 pada pertengahan September lalu. Selepas malam penuh senyum tersebut, Setan Merah justru terjebak dalam pusaran hasil buruk, mulai dari kekalahan menyakitkan dari Manchester City di Premier League, takluk di tangan Brighton, hingga dibungkam Atletico Madrid di panggung Eropa.
Situasi ini tentu menjadi alarm darurat jelang duel krusial menghadapi Como yang kini tengah menjelma sebagai kekuatan menjanjikan di bawah komando pelatih Cesc Fabregas. Tim kejutan asal Italia tersebut tampil solid di Serie A dengan nangkring di papan atas berkat catatan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan baru sekali merasakan kekalahan.
Ancaman nyata di lini tengah dan depan Como jelas wajib diwaspadai lini pertahanan MU yang kerap tampil rapuh musim ini. Keberadaan talenta berbahaya seperti Nico Paz, Martin Baturina, Maximo Perrone, hingga ketajaman Anastasios Douvikas berpotensi besar menghukum kelengahan barisan belakang tim tamu jika tak kunjung berbenah.
Jika masalah kurang padunya lini permaianan gagal diatasi oleh Carrick dalam waktu singkat, bukan tidak mungkin pemilik tiga gelar Liga Champions itu bakal kembali menelan pil pahit. Pertandingan ini bukan sekadar memperebutkan tiga poin, melainkan pertaruhan harga diri klub raksasa Inggris di kاره benua biru.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang