Kabar menyedihkan datang dari Italia ketika karya seni penghormatan untuk legenda AC Milan, Franco Baresi, kembali menjadi sasaran perusakan. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Football Italia, mural ikonik yang terletak di luar Casa Milan ini dicoret menggunakan cat hitam tepat dua minggu setelah selesai direstorasi ulang oleh pembuatnya.

Aksi vandalisme keji ini menyasar bagian-bagian krusial pada karya seni tersebut, termasuk ban kapten, lambang klub pada celana sang legenda, hingga trofi Piala Eropa yang sedang diangkatnya ke udara. Penyerangan beruntun ini langsung memicu gelombang amarah yang luar biasa di kalangan para pendukung setia Rossoneri yang merasa simbol sejarah klub dilecehkan secara sengaja.

Karya seni di Piazza Gino Valle yang awalnya diciptakan oleh seniman jalanan Luca Rosada ini didedikasikan untuk mengenang sang kapten legendaris. Sebelumnya, mural yang sama juga sempat menjadi korban vandalisme pada akhir September lalu dengan coretan cat semprot merah yang menutupi bagian wajah, sebelum akhirnya diperbaiki dan diresmikan kembali pada 10 Oktober dengan ukuran yang lebih besar.

Bagi publik San Siro, sosok yang bersangkutan merupakan pilar kesetiaan sejati yang menghabiskan seluruh karier profesionalnya selama 20 tahun di klub, mempersembahkan enam gelar Scudetto serta tiga trofi Liga Champions. Kontribusi masif tersebut membuat manajemen klub memutuskan mempensiunkan nomor punggung 6 sebagai bentuk penghormatan abadi setelah ia gantung sepatu pada 1997 silam.

Hingga kini, pihak klub dan warga setempat masih harus menghadapi ulah tidak bertanggung jawab yang mencoreng nilai-nilai sportivitas sepak bola Italia. Situasi ini tentu memberikan tekanan moral tersendiri bagi klub untuk segera mengusut tuntas para pelaku di balik perusakan berulang terhadap memori kejayaan salah satu bek terbaik dunia tersebut.