Krisis panjang yang melanda Udinese membuat posisi sang pelatih kepala berada di ujung tanduk setelah rentetan hasil buruk di awal musim Serie A. Dilansir dari Football Italia, manajemen klub menegaskan bahwa dukungan mereka kepada Kosta Runjaic tidak memiliki batasan waktu yang kaku, meskipun kekalahan 0-2 di kandang sendiri dari Milan memperpanjang rekor kekalahan beruntun menjadi enam pertandingan di liga.

Kemerosotan ini terasa sangat dramatis bagi publik Friuli. Sempat mengemas empat poin dari dua pertandingan perdana musim ini, performa Bianconeri justru terjun bebas dan kini tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara. Dengan catatan kebobolan mencapai 18 gol dan hanya mencetak sembilan gol, tekanan dari para suporter di tribun semakin membakar situasi internal klub.

Pemilik klub Gino Pozzo sebenarnya lebih memilih untuk mempertahankan pelatih asal Jerman tersebut hingga kontraknya berakhir pada Juni mendatang demi menghindari pergantian di tengah musim. Namun, realitas di lapangan berbicara lain karena dua pertandingan ke depan akan menjadi penentu krusial bagi masa depan sang juru taktik di kursi kepelatihan.

Udinese dijadwalkan melawat ke markas Parma pada hari Rabu sebelum menjamu AS Roma pada hari Sabtu mendatang. Terjebak di angka empat poin setelah 10 pertandingan tentu dianggap sebagai situasi yang terlalu berbahaya dan mengancam eksistensi klub di kasta tertinggi sepak bola Italia, bahkan untuk ukuran standar manajemen yang biasanya sabar.

Sebagai langkah antisipasi darurat, pihak klub dikabarkan telah melakukan kontak penjajakan awal dengan beberapa kandidat pengganti potensial meski belum ada pembicaraan formal yang digelar. Beberapa nama pelatih berpengalaman seperti Luca Gotti, Paolo Zanetti, hingga Francesco Calzona mulai dikaitkan sebagai opsi penyelamat jika pemecatan benar-benar harus diambil.