Pelatih kepala Ruben Amorim mengakui bahwa masa-masa kerjanya di Manchester United memberikan pelajaran berharga tentang betapa besar beban setiap keputusan di klub raksasa global. Pengalaman tersebut kini menjadi bekal krusial bagi sang juru taktik asal Portugal dalam menakhodai raksasa AC Milan yang tengah bersiap menghadapi padatnya jadwal kompetisi domestik dan Eropa.

Berbicara kepada DAZN jelang lawatan Rossoneri ke markas Sassuolo, Amorim menyoroti perbedaan atmosfer tekanan sepak bola. Menurutnya, tekanan di Italia terasa lebih mirip dengan kultur sepak bola di Portugal, di mana para pendukung hidup dengan gelora emosi yang luar biasa tinggi di luar lapangan, berbeda dengan dinamika yang ia rasakan selama berkarier di Inggris.

Meski demikian, kesamaan status antara Setan Merah dan Milan sebagai klub global membuat setiap tindakan kecil memikul tanggung jawab masif. Amorim menegaskan bahwa seluruh rekam jejak dan pengalaman di masa lalu telah membentuk mentalnya agar siap menghadapi tantangan spesial bersama klub impian masa kecilnya tersebut dalam mengarungi ketatnya persaingan Serie A.

Di sisi lain, mantan pelatih Sporting CP ini turut memberikan pembelaan tegas kepada penyerang anyar Gonçalo Ramos yang masih beradaptasi dalam urusan mencetak gol. Amorim menilai kerja keras sang striker dalam membuka ruang dan membantu tim jauh lebih penting, sembari meyakini bahwa keran gol penyerang yang direkrut pada bursa transfer musim panas itu akan segera terbuka seiring berjalannya waktu.

Dengan sembilan pertandingan menanti dalam kurun waktu kurang dari sebulan ke depan, termasuk tiga laga krusial di ajang Europa League, manajemen skuad dan kedalaman tim akan diuji secara maksimal. Amorim memastikan bahwa proyek jangka panjang Milan dirancang secara matang dengan memadukan pemain berpengalaman sarat prestasi serta talenta muda potensial demi mengembalikan kejayaan klub ke tempat yang semestinya.