Aksi tercela yang mencoreng panasnya duel El Clásico akhirnya menemui titik terang setelah kepolisian setempat resmi mengantongi identitas oknum suporter yang menyerang bintang muda Eduardo Camavinga. Insiden memalukan itu terjadi di Camp Nou pada menit ke-87 ketika para penggawa Real Madrid tengah merayakan gol kedua tim tamu ke gawang Barcelona.

Berdasarkan laporan resmi yang dilayangkan oleh operator kompetisi kepada Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol serta Komisi Anti-Kekerasan, pelaku pemukulan menggunakan bendera tersebut merupakan anggota kelompok suporter 'Grada Gol 1957' yang duduk di tribun Gol Sud. Konsekuensi berat kini mengancam sang oknum, di mana ia terancam denda masif hingga sekitar Rp1,02 Miliar jika pelanggaran ini dikategorikan sebagai tindakan serius oleh otoritas berwenang.

Selain sanksi finansial yang mencekik, pelaku juga menghadapi hukuman tambahan berupa larangan memasuki seluruh stadion olahraga untuk jangka waktu antara enam bulan hingga dua tahun. Pihak penyelenggara liga memberikan apresiasi atas gerak cepat jajaran keamanan Blaugrana yang aktif bekerja sama dengan kepolisian untuk membongkar identitas pelaku, yang datanya langsung diserahkan kepada Komite Disiplin klub untuk diambil tindakan tegas.

Sebagai buntut dari insiden tersebut, manajemen klub Catalan langsung menjatuhkan sanksi internal dengan menangguhkan operasional tribun suporter Gol 1957 untuk laga kandang akhir pekan ini menghadapi Alavés. Keputusan darurat ini diambil menyusul serangkaian proses kedisiplinan yang dibuka akibat perilaku menyimpang yang mencederai nilai-nilai sportivitas serta mengancam citra besar klub di kancah sepak bola.

Manajemen klub berencana menggelar pertemuan khusus dengan perwakilan kelompok suporter guna merumuskan komitmen baru agar dukungan tribun tetap membara tanpa harus membahayakan aset maupun reputasi klub. Sanksi penutupan sementara ini diharapkan bisa dicabut sebelum laga penting Liga Champions melawan Aston Villa, dengan catatan seluruh evaluasi dan jaminan ketertiban terpenuhi.