Penampilan Egy Maulana Vikri di ajang FIFA ASEAN Cup 2026 menyisakan cerita manis bagi persepakbolaan nasional. Masuk sebagai pemain pengganti, gelandang serang Dewa United ini sukses membuktikan kapasitasnya sebagai pembeda di lapangan hijau dan membawa Timnas Indonesia meraih trofi juara.

Meskipun hanya mencatatkan waktu bermain sekitar 36 menit secara keseluruhan sepanjang turnamen, kontribusi pemain bernomor punggung khas ini terbukti sangat vital bagi skuad asuhan pelatih John Herdman. Ketajamannya dalam membaca ruang dan situasi pertandingan membuat lini serang Garuda jauh lebih hidup di momen-momen krusial.

Dampak instan tersebut terlihat jelas ketika Indonesia menghadapi Bangladesh. Masuk pada menit ke-73, pemain yang kini berusia matang itu mengirimkan umpan lambung terukur ke ruang kosong yang berujung pada gol kemenangan dramatis. Peran krusial serupa kembali terulang di partai puncak menghadapi Thailand di mana pergerakannya di sisi kanan membuka ruang terciptanya gol penyeimbang kedudukan.

Pengamat sepak bola nasional, Supriyono Prima, turut memberikan pandangannya terhadap performa sang pemain. Menurutnya, kehadiran mantan pemain Lechia Gdansk tersebut memberikan variasi serangan yang sangat dibutuhkan oleh tim Garuda ketika menghadapi kebuntuan di atas lapangan hijau.

Kendati demikian, catatan mengenai aspek daya tahan fisik selama 90 penuh masih menjadi bahan evaluasi tersendiri. Efektivitas luar biasa yang ditunjukkan sejauh ini justru lahir ketika lawan mulai kelelahan, sehingga opsi memasangnya sejak menit pertama tentu memerlukan perhitungan matang dari jajaran pelatih.