Malam emosional menyelimuti Buenos Aires ketika Lionel Messi menuntaskan babak akhir perjalanan gemilangnya bersama tim nasional. Dilansir dari ESPN FC, sang megabintang menutup karier internasionalnya yang membentang selama 21 tahun lewat kemenangan meyakinkan 3-0 atas Benin di Estadio Monumental. Keputusan ini menandai akhir dari era luar biasa yang dihiasi dua gelar Copa America dan trofi Piala Dunia.
Skenario magis benar-benar terwujud pada menit ke-71 ketika Lionel Messi maju sebagai eksekutor penalti. Dengan sentuhan kaki kiri khasnya, ia menghujamkan bola ke atap gawang yang langsung memicu koor massal dari tribun stadion yang dipadati suporter. Gol ke-126 dari 208 penampilan bersama Argentina ini menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang sejarah sepak bola dunia.
Suasana berubah semakin haru begitu peluit panjang dibunyikan wasit menandai berakhirnya pertandingan. Langit Buenos Aires langsung diterangi pertunjukan drone spektakuler yang merangkum momen-momen ikonik kariernya, termasuk memori manis saat mengangkat trofi Piala Dunia di Qatar pada 2022. Sorak sorai pendukung yang mengelu-elukan namanya menjadi tribut yang sangat pantas bagi sang kapten.
Perpisahan ini tidak hanya merayakan rekor gol dan penampilan sang penyerang, tetapi juga menutup lembaran sejarah emas sepak bola internasional. Kontribusi masifnya selama dua dekade terakhir mengangkat standar prestasi Argentina di panggung global. Kini, publik sepak bola hanya bisa mengenang magis sang nomor 10 yang resmi melepaskan seragam kebanggaannya.
Meski laga persahabatan melawan Benin ini hanya bertaraf uji coba, atmosfer yang tersaji di Estadio Monumental terasa seperti partai final akbar. Air mata, senyuman, dan penghormatan dari rekan setim mengantar kepergian Lionel Messi dari panggung internasional. Warisan mentalitas juara dan aksi-aksi ajaibnya akan terus hidup selamanya di hati para pecinta sepak bola.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang