Publik Goodison Park kembali dikejutkan dengan keputusan manajemen yang terbilang antiklimaks. The Friedkin Group (TFG) secara resmi mengumumkan rencana melepas kepemilikan mereka atas klub Everton, hanya berselang dua tahun setelah mengambil alih kendali dari era penuh krisis Farhad Moshiri. Keputusan ini sontak memicu tanda tanya besar di kalangan suporter setia yang tadinya berharap menatap era baru penuh stabilitas di bawah kepemimpinan asing tersebut.
Situasi semakin memanas setelah terungkap bahwa sang pemilik asal Amerika Serikat itu bersikap seperti pemilik bayangan. Chairman klub, Dan Friedkin, tercatat tidak pernah sekalipun menginjakkan kaki untuk menonton langsung pertandingan Everton sejak mengambil alih. Bahkan, pelatih kepala David Moyes mengakui bahwa ia tidak pernah berbicara langsung dengan sang chairman sejak kembali menangani tim, serta baru mengetahui rencana penjualan klub melalui pengumuman publik.
Titik balik kehancuran hubungan suporter dengan TFG bermula dari blunder di bursa transfer musim panas lalu. Upaya penjualan pemain muda berbakat Harrison Armstrong ke Nottingham Forest nyaris memicu kericuhan di kalangan fans, sebelum akhirnya manajemen membatalkan transfer tersebut demi meredam amarah tribun. Keputusan melepas Iliman Ndiaye ke Manchester City dan gagal mendatangkan penyerang pengganti membuat skuad Everton pincang dengan hanya mengandalkan 18 pemain senior.
Menurut pengamat keuangan sepak bola Kieran Maguire yang dilansir dari BBC Sport, TFG mematok harga penjualan di kisaran £750 juta hingga £800 juta atau setara dengan sekitar Rp15 Triliun hingga Rp16 Triliun. Angka tersebut diharapkan mampu menutupi investasi awal mereka sekaligus melunasi utang klub yang mencapai sekitar Rp9,3 Triliun. Di sisi lain, sanksi denda lebih dari £35 juta atau sekitar Rp700 Juta kepada Burnley akibat pelanggaran aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) turut diyakini menjadi pemicu keengganan TFG melanjutkan proyek di Liga Inggris.
Kendati era kepemimpinan mereka diwarnai sikap acuh tak acuh dan minim komunikasi, TFG dinilai berhasil membereskan kekacauan finansial peninggalan rezim sebelumnya. Dengan stadion baru dan fondasi keuangan yang lebih tertata bersih, Everton kini dinilai sebagai komoditas menarik bagi investor baru, khususnya dari Amerika Serikat, yang siap mengambil alih kemudi di Merseyside.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang