BRI Super League, Bola Feed - Persib Bandung resmi mengukir sejarah baru dalam sepak bola Indonesia setelah memastikan diri menjadi juara BRI Super League 2025-26. Hasil imbang 0-0 melawan Persijap Jepara pada laga terakhir musim di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026), cukup untuk mengantarkan Maung Bandung meraih gelar liga ketiga secara berturut-turut.
Pencapaian tersebut menjadikan Persib sebagai klub pertama di era liga profesional Indonesia yang mampu mendominasi kompetisi nasional selama tiga musim beruntun. Gelar ini sekaligus menegaskan status Persib sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia modern.
Persib Patahkan Mitos Juara Lewat Konsistensi
Keberhasilan musim ini memiliki makna yang lebih besar dibanding sekadar tambahan trofi. Selama bertahun-tahun, muncul anggapan bahwa Persib hanya mampu menjadi juara ketika kompetisi menggunakan format tertentu atau sistem fase final.
Namun, dua gelar terakhir yang diraih secara beruntun melalui format kompetisi penuh membuktikan bahwa kekuatan Persib dibangun melalui konsistensi sepanjang musim. Mereka mampu menjaga performa sejak awal hingga akhir kompetisi tanpa bergantung pada sistem gugur atau pertandingan final.
Musim 2025-26 bahkan menjadi salah satu tantangan terberat bagi tim asuhan Bojan Hodak. Persib harus melakukan perombakan besar dalam skuad setelah melepas dan mendatangkan banyak pemain pada awal musim.
Pergantian personel dalam jumlah besar biasanya berdampak pada stabilitas permainan sebuah tim. Namun, Persib berhasil mempertahankan identitas permainan serta mental juara yang telah terbentuk dalam beberapa musim terakhir.
Bojan Hodak Bangun Tim yang Sulit Dikalahkan
Keberhasilan Persib tidak bisa dilepaskan dari tangan dingin Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia tersebut kembali menunjukkan kualitasnya dalam membangun tim yang kompetitif di tengah perubahan besar skuad.
Persib menutup musim dengan koleksi 79 poin dari 24 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan hanya tiga kekalahan. Mereka juga mencatatkan 59 gol dan hanya kebobolan 22 kali sepanjang musim.
Catatan tersebut menunjukkan keseimbangan antara produktivitas lini depan dan soliditas pertahanan. Faktor pertahanan menjadi salah satu fondasi utama keberhasilan Persib dalam mempertahankan konsistensi sepanjang kompetisi.
Meski harus menjalani jadwal padat akibat partisipasi di Liga Champions Asia Dua, Persib tetap mampu menjaga performa di kompetisi domestik hingga pekan terakhir.
Persaingan Sengit dengan Borneo FC
Perburuan gelar musim ini berlangsung hingga pertandingan terakhir. Borneo FC tampil sebagai pesaing utama yang terus memberikan tekanan kepada Persib sepanjang putaran kedua.
Pada pekan terakhir, Borneo FC berhasil meraih kemenangan telak 7-1 atas Malut United. Hasil tersebut membuat kedua tim mengakhiri musim dengan jumlah poin yang sama, yaitu 79 poin.
Meski demikian, regulasi kompetisi menetapkan rekor pertemuan langsung atau head-to-head sebagai penentu jika terdapat dua tim dengan jumlah poin identik.
Persib memiliki keunggulan atas Borneo FC setelah menang 3-1 di Bandung dan bermain imbang 1-1 di Samarinda. Keunggulan tersebut memastikan trofi tetap berada di Kota Bandung.
Menariknya, Persib dan Borneo FC juga mencatatkan rekor baru sebagai dua tim dengan koleksi poin tertinggi sejak era Liga 1 dimulai pada 2017.
Pemain Baru Jadi Pembeda
Kesuksesan Persib musim ini juga ditopang oleh kontribusi sejumlah pemain baru yang direkrut pada awal musim. Kehadiran nama-nama seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Saddil Ramdani, dan Federico Barba menambah kualitas skuad secara signifikan.
Adaptasi para pemain baru berjalan relatif cepat sehingga tidak mengganggu stabilitas tim. Kombinasi pemain lama dan pemain baru menciptakan kedalaman skuad yang menjadi salah satu keunggulan Persib dibanding rival-rivalnya.
Kapten tim Beckham Putra mengakui bahwa perjalanan menuju gelar tidak berlangsung mudah. Menurutnya, seluruh anggota tim harus bekerja keras untuk membangun chemistry dan mempertahankan standar tinggi yang sudah tercipta dalam dua musim sebelumnya.
Target Berikutnya: Taklukkan Asia
Meski sukses meraih hattrick gelar liga, harapan bobotoh kini mulai mengarah ke level yang lebih tinggi. Dominasi di kompetisi domestik dinilai sudah berhasil dibuktikan oleh Persib dalam tiga musim terakhir.
Tantangan berikutnya adalah membawa nama Indonesia bersaing lebih jauh di kompetisi Asia. Pada musim ini, langkah Persib di Liga Champions Asia Dua terhenti pada babak 16 besar.
Dengan kualitas skuad yang dimiliki saat ini serta fondasi tim yang semakin matang, banyak pendukung berharap Persib mampu melangkah lebih jauh di panggung internasional pada musim mendatang.
Gelar BRI Super League 2025-26 menjadi bukti bahwa Persib bukan hanya tim yang mampu meraih sukses sesaat. Konsistensi, mental juara, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan menjadikan Maung Bandung sebagai standar baru dalam sepak bola Indonesia. Kini, setelah mencetak sejarah dengan tiga gelar liga beruntun, tantangan terbesar berikutnya adalah membawa dominasi tersebut ke level Asia.