Badai hukuman resmi menghantam skuad Persija Jakarta setelah Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan tiga sanksi sekaligus buntut kericuhan suporter di tribune Stadion Banten International. Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, mengonfirmasi bahwa Macan Kemayoran terbukti menyalahi regulasi dalam duel panas melawan Persita Tangerang pada lanjutan Super League 2026/2027.

Hukuman paling berat yang harus ditanggung oleh pendukung setia Macan Kemayoran adalah larangan hadir dalam seluruh laga tandang hingga paruh musim Super League 2026/2027. Keputusan tegas ini membuat kelompok suporter Jakmania harus sabar menahan diri di rumah dan baru diizinkan kembali away pada pekan ke-19 mendatang.

Selain sanksi larangan tandang, Komdis PSSI juga menghukum manajemen Persija Jakarta dengan denda finansial sebesar Rp30 juta akibat kericuhan di tribune penonton. Tak berhenti di situ, klub ibu kota ini kembali diganjar denda tambahan senilai Rp60 juta menyusul aksi suporter yang menyalakan petasan sebanyak tiga kali serta melempar satu buah flare ke area pertandingan.

Di sisi lain, Persita Tangerang selaku tuan rumah tidak luput dari sanksi akibat gagal menjaga ketertiban serta keamanan stadion. Panitia pelaksana pertandingan dijatuhi hukuman denda sebesar Rp40 juta serta sanksi larangan menghadirkan suporter tandang saat kembali berduel kontra Persija Jakarta di masa mendatang.

Deretan sanksi berat ini tentu menjadi pukulan telak bagi mentalitas tim serta stabilitas keuangan klub di tengah ketatnya persaingan klasemen Super League. Manajemen kedua klub kini harus segera berbenah mengevaluasi sistem pengamanan agar insiden kelam di Stadion Banten International tidak terulang kembali di sisa kompetisi musim ini.