Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah akibat serangan rudal di Riyadh, Arab Saudi, dikabarkan mulai memberikan dampak serius terhadap agenda sepak bola benua kuning. Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC kini tengah menyusun sejumlah skenario darurat, termasuk opsi penundaan turnamen akbar antarnegara paling bergengsi di kawasan ini.
Berdasarkan laporan dari kantor berita Australia, AAP, yang dikutip oleh The Straits Times, AFC disebut kurang tertarik untuk mencoret Arab Saudi sebagai tuan rumah maupun memindahkan lokasi pertandingan ke negara lain dalam waktu dekat. Kendati demikian, opsi memundurkan jadwal turnamen menjadi awal tahun 2028 menjadi skenario paling masuk akal jika eskalasi konflik tidak kunjung mereda dalam tiga bulan ke depan.
Situasi tidak menentu ini langsung memancing respons dari Ketua PSSI, Erick Thohir, yang menaruh perhatian khusus terhadap agenda Timnas Indonesia. Skuad Garuda dijadwalkan melakoni laga uji tanding menghadapi Yordania di kawasan Asia Barat pada 13 November 2026 sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju putaran final turnamen kontinental tersebut.
Menurut Erick, rencana laga tandang tersebut sejatinya tetap berjalan sesuai koridor untuk menguji kesiapan non-teknis para pemain. Pelatih kepala John Herdman menilai pengalaman bertanding langsung di kawasan tersebut sangat krusial agar Ole Romeny dan kolega bisa beradaptasi dengan atmosfer, cuaca, serta aspek logistik perjalanan jauh.
PSSI sendiri tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan mutlak tanpa memantau perkembangan keamanan secara komprehensif. Dalam waktu dekat, federasi sepak bola tanah air berencana berkoordinasi dengan negara-negara terkait guna memastikan jaminan keamanan sebelum skuad Garuda benar-benar bertolak ke Timur Tengah.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang