Panggung bulutangkis dunia saat ini tengah dikuasai oleh fenomena asal Korea Selatan, yakni An Se Young. Namanya mendadak jadi buah bibir setelah sukses menuntaskan ambisi besar di kancah internasional. Konsistensi luar biasa yang ditunjukkan pebulutangkis muda ini membawanya melewati rekor legendaris milik ikon bulutangkis Indonesia, Susy Susanti.

Perjalanan karier An Se Young bermula dari bakat aslinya yang menonjol sejak usia belia. Lahir di Gwangju pada 5 Februari 2002, ia langsung dipercaya memperkuat tim nasional junior di berbagai kejuaraan internasional. Meski sempat mengalami paceklik gelar di level U-17 dan U-19, mental baja membawanya menembus skuad senior di usia belasan tahun dan tampil di Asian Games 2018.

Titik balik kariernya melejit ketika ia menyabet penghargaan pemain paling potensial dari BWF pada 2019. Sejak saat itu, pundi-pundi trofi terus berdatangan, mulai dari medali emas Asian Games 2022 di Hangzhou hingga puncaknya merangsek ke peringkat satu dunia pada Agustus 2023. Pada tahun yang sama, ia mengukuhkan statusnya sebagai yang terbaik lewat titel juara dunia usai menumbangkan Carolina Marin.

Dominasi tunggal putri ini semakin sempurna tatkala ia menyumbangkan medali emas Olimpiade Paris 2024 bagi Korea Selatan. Keberhasilan menaklukkan He Bingjiao di partai puncak mengakhiri penantian panjang negara tersebut sejak 1996. Meski sempat diterpa masalah internal dengan federasi bulutangkis negaranya usai Olimpiade, ketahanan mentalnya sama sekali tidak luntur di atas lapangan.

Rekor demi rekor akhirnya pecah ketika ia mengamankan gelar ke-47 sepanjang kariernya di ajang Denmark Open 2026. Kemenangan atas Akane Yamaguchi di laga final memastikan dirinya resmi melewati rekor 46 gelar milik Susy Susanti. Di usianya yang masih 24 tahun, sang Ratu Bulutangkis dunia masih memiliki jalan sangat panjang untuk terus mendominasi dan mengukuhkan status GOAT di era modern.