Ada sebuah pertanyaan menarik yang kini menggelayuti kancah sepak bola Skotlandia, khususnya setelah Dundee United sukses memperpanjang tren positif mereka. Dengan seorang pemain bernama Zidane di jantung permainan, mampukah skuad besutan Jim Goodwin mengklaim status sebagai pemilik lini tengah terbaik di Scottish Premiership saat ini? Pertanyaan itu membahana usai mereka meredam kekuatan tuan rumah.

Dilansir dari BBC Sport, performa gemilang di babak pertama membuat sang juara bertahan harus bekerja ekstra keras sebelum laga berakhir imbang 2-2. Lini tengah yang diisi oleh Zidane Iqbal, Lyall Cameron, dan Dylan Tait tampil begitu dominan dan membuat Celtic kesulitan keluar dari tekanan. Mantan bek sayap Allan Preston bahkan menyebut Iqbal seperti baterai jam yang menjaga ritme permainan tetap stabil tanpa henti.

Ketenangan dan keberanian menguasai bola di kandang lawan menjadi kunci utama di balik fluiditas permainan tim tamu. Mantan gelandang Scott Allan memuji bagaimana trio lini tengah tersebut sama sekali tidak terburu-buru mengalirkan si kulit bulat, menunggu datangnya pressing sebelum memindahkan bola dari satu sisi ke sisi lainnya dengan kualitas tinggi.

Kendati sempat berada di bawah tekanan hebat pada paruh kedua menyusul pergantian pemain yang dilakukan kubu lawan, organisasi pertahanan yang rapi menyelamatkan satu poin penting. Pelatih Jim Goodwin memang sempat merasakan sedikit kekecewaan karena gagal mengamankan kemenangan tandang pertama di markas Celtic sejak tahun 1992 silam, namun ia tetap memuji karakter dan kerja keras anak asuhnya.

Hasil imbang ini menegaskan bahwa rekor tak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir bukanlah sebuah kebetulan semata. Dengan kombinasi taktik matang dan kedalaman skuad yang solid, Terriers kini siap menatap sisa musim kompetisi dengan kepercayaan diri tinggi di papan atas klasemen sementara.