Panggung sepak bola internasional kembali dihebohkan oleh talenta muda berbakat asal Meksiko yang siap menyeberkat ke Benua Biru. Pelatih tim nasional Timnas Meksiko, Rafael Marquez, memberikan pujian setinggi langit kepada sang wonderkid Gilberto Mora atas potensi besar yang dimilikinya. Berdasarkan laporan yang dilansir dari ESPN FC, sang pemain muda diprediksi bakal segera merapat ke salah satu klub raksasa Eropa pada bursa transfer musim dingin mendatang.

Momen kepindahan tersebut baru bisa diresmikan tepat pada 14 Oktober ketika usianya menginjak 18 tahun, batas usia legal bagi pemain untuk pindah ke luar negeri. Pemain muda berbakat dari klub Club Tijuana ini bahkan berpotensi memecahkan rekor transfer termahal di Liga MX. Mengenai potensi besar anak asuhnya, Rafael Marquez menilai bahwa sang pemain memiliki kapasitas mental dan teknik mumpuni untuk langsung nyetel di level tertinggi kompetisi Eropa.

"Saya pikir Gilberto sangat berbakat dan memiliki masa depan yang cerah di depannya. Dia hanya butuh bimbingan yang tepat, dan saya yakin dia bisa cocok di tim mana pun," ujar Rafael Marquez dalam sesi jumpa pers. Pelatih yang kini tengah membesut skuad El Tri tersebut menambahkan bahwa sang pemain tidak hanya punya kemampuan olah bola yang ciamik, tetapi juga mentalitas juara yang sangat dibutuhkan untuk bisa sukses berkarier di luar negeri.

Kehilangan sang playmaker andalan dalam beberapa laga terakhir terbukti memberikan lubang besar di lini tengah skuad asuhan Rafael Marquez. Tanpa kehadiran pemain bernomor punggung 10 tersebut, Meksiko harus menelan hasil kurang memuaskan, termasuk kekalahan 0-2 dari Chile yang membuat sang juru taktik wajib segera mengevaluasi ulang performa tim secara menyeluruh.

Di sisi lain, masa awal kepemimpinan Rafael Marquez sebagai pelatih kepala memang tidak berjalan mulus setelah belum mampu mempersembahkan kemenangan dalam empat laga perdana. Meski demikian, ia tetap melihat sisi positif dari rotasi skuad yang dilakukannya guna mencari komposisi terbaik. Ujian konsistensi kini menjadi pekerjaan rumah utama bagi sang pelatih sebelum talenta-talenta muda andalannya kembali merumput bersama tim nasional.