Badai ancaman sanksi olahraga kini tengah mengintai Sheffield United setelah perusahaan yang mengambil alih klub ini mengalami likuidasi oleh Pengadilan Tinggi pada Agustus lalu. Kendati demikian, atmosfer di internal klub tampak tetap tenang. CEO klub, Stephen Bettis, secara terbuka membeberkan situasi krusial tersebut dalam sesi bincang-bincang bersama BBC Radio Sheffield baru-baru ini.

Situasi pelik ini bermula ketika COH Sports Bidco Limited (CSBL) sepakat membeli klub Championship tersebut seharga lebih dari £100 juta atau sekitar Rp2 Triliun pada Desember 2024 lalu. Namun, catatan finansial menunjukkan masih ada sisa kewajiban pembayaran sekitar £35 juta atau setara Rp700 Miliar yang belum terselesaikan. Kondisi ini memicu petisi likuidasi dari pemilik lama, United World.

Berdasarkan regulasi ketat EFL, peristiwa insolvensi pada entitas terkait berpotensi menjatuhkan hukuman berat berupa pengurangan 12 poin di klasemen. Menanggapi potensi ancaman tersebut, manajemen Sheffield United menegaskan bakal melakukan perlawanan habis-habisan jika sanksi benar-benar dijatuhkan. Dilansir dari BBC Sport, pihak klub mengantongi keyakinan hukum yang kuat dari para pengacara mereka.

Stephen Bettis menegaskan bahwa entitas perusahaan yang menghadapi likuidasi sudah tidak lagi berada di dalam struktur grup klub ketika petisi tersebut dilayangkan. "Saran hukum yang kami terima menyatakan klub tidak masuk dalam zona insolvensi karena pendanaan tetap berjalan lancar dan seluruh tagihan terbayar tepat waktu," ujar Bettis dalam wawancara tersebut. Meski demikian, pihak klub tetap realistis dan mengakui bahwa investigasi lanjutan dari EFL masih terus berjalan.

Selain masalah investigasi EFL, pembicaraan intensif juga masih berlangsung terkait sisa pembayaran senilai £35 juta kepada pangeran Abdullah bin Mosaad Al Saud selaku pemilik lama. Pihak pemilik saat ini merasa jumlah tersebut perlu disesuaikan kembali. Hingga kini, suporter tentu berharap kepastian segera datang agar fokus tim di lapangan hijau tidak terganggu oleh polemik ruang rapat.