Sikap realistis tengah ditunjukkan oleh penyerang Rafael Struick terkait masa depannya bersama Timnas Indonesia. Sudah lebih dari satu tahun namanya tak lagi menghiasi skuad Garuda, membuat pemain berusia 23 tahun ini memilih untuk bersikap pasrah dan tidak menaruh ekspektasi berlebihan terhadap pemanggilan internasional.
Alih-alih merisaukan pintu timnas yang kian tertutup, ia kini mengalihkan seluruh energi dan fokusnya untuk membuktikan kualitas terbaik di level klub bersama Dewa United. Perjuangan penyerang versatile ini tentu tidak instan, mengingat ia harus memutar otak untuk merebut hati sang juru taktik agar mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten di kompetisi domestik.
Di bawah komando pelatih Osmar Loss, Struick sebenarnya selalu mendapatkan kesempatan tampil dalam tujuh pertandingan awal musim ini dengan catatan 507 menit di atas lapangan, serta membukukan masing-masing satu gol dan satu assist. Namun, dominasi kuartet lini depan seperti Egy Maulana Vikri hingga Taisei Marukawa membuat persaingan internal di dalam skuad Tangsel Warrior menjadi sangat ketat dan menguji mentalitas sang pemain.
Situasi ini diperparah dengan persaingan di skuad Garuda yang semakin sesak menyusul kehadiran pemain-pemain baru berdarah keturunan yang mulai berdatangan. Jika ingin kembali mengenakan jersey kebanggaan merah putih di dada, tidak ada cara lain bagi pemain bernomor punggung fleksibel ini selain bekerja keras dua kali lipat demi mengamankan tempat utama secara reguler di klubnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang