Kekalahan menyakitkan di partai puncak memang selalu menyisakan luka bagi pesepak bola mana pun, namun megabintang Lionel Messi memilih memandangnya dari sudut pandang yang lebih luas. Berbicara dalam sebuah acara di Oviedo, Spanyol, jelang menerima penghargaan olahraga Princess of Asturias, sang legenda merefleksikan perjalanan panjang dua dekade membela panji Albiceleste.

Bagi peraih delapan Ballon d'Or ini, kegagalan di babak tambahan waktu melawan Spanyol pada musim panas lalu hanyalah sebuah babak lain dari kisah hidupnya di atas lapangan hijau. Mantan kapten Barcelona tersebut menegaskan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tolok ukur dalam menilai sebuah perjuangan yang jujur dan melelahkan.

"Dalam sepak bola, menang adalah hal yang sangat sulit, dan Anda harus menghargai perjalanannya karena hanya satu tim yang bisa menang," ujar pemain yang mencatatkan 126 gol dari 208 penampilan internasional tersebut. Ia turut mengenang memori kelam serupa saat takluk 0-1 di tangan Jerman pada final Piala Dunia 2014 di Brasil.

Pemain yang baru saja menutup lembaran karier internasionalnya bulan ini juga mengenang jasa besar mendiang ayahnya, Jorge, yang selalu mengajarkan arti ketekunan. Berkat didikan tersebut, ia belajar untuk tidak pernah menyerah menghadapi situasi sulit, baik saat meraih kejayaan seperti gelar juara dunia 2022 maupun ketika harus menelan pil pahit kekalahan beruntun.

"Terkadang saya berhasil, terkadang tidak, tetapi saya tidak pernah berhenti mencoba untuk memenangkannya," pungkas sosok yang mengukir sejarah panjang bersama Argentina dengan penuh rasa syukur atas setiap kesempatan yang diberikan.