Klub Burnley kini tengah berada di ambang rekor terburuk dalam sejarah sepak bola Inggris terkait catatan tanpa kemenangan di kandang sendiri. The Clarets tercatat gagal meraih satu pun kemenangan dalam 21 pertandingan kandang terakhir mereka di kompetisi liga, melintasi panggung Premier League hingga ketatnya persaingan Championship. Rentetan negatif ini tentu menjadi beban berat bagi tim asuhan pelatih yang tengah berjuang mengembalikan mentalitas pemenang di hadapan pendukung sendiri.

Kemenangan kandang terakhir yang dirasakan publik Turf Moor terjadi saat mereka menaklukkan Leeds United dengan skor 2-0 di ajang Premier League. Sejak malam itu, hasil positif di kandang seolah menjadi barang langka bagi The Clarets. Dari total 21 pertandingan liga berikutnya, mereka harus puas menelan 10 hasil imbang dan menderita 11 kekalahan menyakitkan yang membuat suasana tribun semakin tegang.

Situasi pelik ini menempatkan Burnley dalam bayang-bayang rekor memalukan yang sebelumnya dipegang oleh Sheffield Wednesday. Klub berjuluk The Owls tersebut sempat mencatatkan rekor tanpa kemenangan kandang terlama di empat divisi profesional Inggris selama 376 hari. Jika Burnley kembali gagal mendulang tiga poin penuh pada laga kandang terdekat, mereka resmi melewati catatan waktu tersebut dan mencetak rekor baru yang tidak diinginkan.

Pelatih dan para pemain menyadari betul tekanan besar yang kini berada di pundak mereka jelang pertandingan krusial akhir bulan ini. Dilansir dari BBC Sport, laga kandang mendatang akan menjadi hari ke-377 sejak kemenangan terakhir mereka atas Leeds United, menandai batas penentuan apakah rekor buruk baru akan tercipta. Meski sempat meraih kemenangan di kompetisi piala domestik, catatan di liga domestik tetap menjadi tolok ukur utama keterpurukan mereka.

Manajemen dan skuad tentu harus segera mencari solusi taktik untuk mengatasi mental blok yang melanda tim setiap kali bermain di kandang. Kehilangan dukungan maksimal akibat rentetan hasil minor ini memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi para pemain di atas lapangan. Seluruh suporter kini hanya bisa berharap kutukan kandang ini segera berakhir sebelum rekor kelam tersebut benar-benar mencatat nama klub ke dalam sejarah buruk sepak bola Inggris.