Dominasi tunggal putri asal Korea Selatan, An Se Young, di kancah bulu tangkis dunia memang tengah berada di puncak kejayaan. Di usianya yang masih 24 tahun, ia baru saja memecahkan rekor gelar terbanyak milik legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, setelah mengamankan titel ke-47 dalam kariernya usai menjuarai Denmark Open.

Gelar tersebut sekaligus meruntuhkan catatan rekor Susy Susanti yang telah bertahan selama lebih dari dua dekade lamanya. Bahkan, pemain top era 2000-an seperti Xie Xingfang hingga bintang era 2010-an sekelas Carolina Marin sempat dibuat tak berdaya untuk melampaui rekor gelar terbanyak milik peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 tersebut.

Kendati demikian, di balik keberhasilan luar biasa tersebut, masih ada satu rekor monumental milik Susy Susanti yang hingga detik ini masih kokoh berdiri. Rekor fantastis yang belum mampu dipecahkan oleh An Se Young adalah catatan kemenangan beruntun terbanyak di sektor tunggal putri, di mana Susy membukukan 53 kemenangan beruntun tanpa putus.

Upaya An Se Young untuk mematahkan rekor 53 kemenangan beruntun tersebut sejatinya sempat berada di ambang batas keberhasilan. Sial bagi sang bintang Korea, ambisi besarnya harus kandas di partai final All England yang membuatnya terpaksa mengulang kembali catatan rekor tersebut dari titik nol.

Sejak kekalahan pahit di All England itu, performa An Se Young seolah bertransformasi menjadi tembok tebal yang sulit ditembus lawan-lawannya sepanjang tahun ini. Satu-satunya noda kegagalan juara musim ini hanya terjadi di Japan Open ketika ia terpaksa mundur pada babak kedua akibat diterpa badai cedera.

Kini, dengan ambisi membara yang belum padam, An Se Young dipastikan bakal kembali memburu sisa rekor kemenangan beruntun milik Susy Susanti. Perburuan ini sekaligus menjadi pertaruhan pembuktian apakah sang pemain benar-benar layak disematkan status sebagai pebulutangkis tunggal putri terhebat sepanjang masa.