Legenda hidup AC Milan, Roberto Donadoni, angkat bicara mengenai perjalanan awal mantan klubnya di bawah komando pelatih anyar. Dilansir dari Football Italia melalui wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport, Donadoni menilai bahwa sang juru taktik masih membutuhkan waktu adaptasi yang cukup panjang untuk menanamkan filosofi bermainnya secara utuh di kancah domestik maupun Eropa.

Hingga memasuki pekan kesembilan kompetisi Serie A, Rossoneri sebenarnya masih menjadi salah satu dari empat tim yang belum tersentuh kekalahan di liga. Pasukan asuhan Ruben Amorim sukses mengemas lima kemenangan dan tiga hasil imbang. Kendati demikian, performa mereka dinilai masih naik turun karena sempat menelan kekalahan pahit di panggung Liga Europa, termasuk takluk tiga gol tanpa balas dari AFC Bournemouth.

Donadoni mengingatkan publik San Siro agar tidak terburu-buru melabeli era baru ini sebagai sebuah kebangkitan instan. Menurut peraih enam Scudetto tersebut, konsistensi penampilan di atas lapangan hijau adalah harga mati jika klub ingin berbicara banyak dalam perburuan gelar juara musim ini. Ia berharap grafik permainan tim perlahan-lahan semakin stabil seiring berjalannya waktu dan berputarnya roda kompetisi.

Selain menyoroti kinerja sang pelatih, Donadoni turut memberikan pembelaan terhadap lini serang Milan yang kerap mendapat sorotan tajam dari para suporter. Ia memuji kontribusi rekrutan anyar Alphadjo Cisse yang dinilai sangat dinamis, sekaligus meminta publik untuk lebih bersabar kepada penyerang lainnya yang masih berjuang menemukan ketajaman di depan gawang lawan.

Ujian konsistensi tersebut bakal kembali diuji ketika Milan harus menghadapi Bologna dalam pertandingan tengah pekan. Donadoni, yang pernah melatih Rossoblu, menyebut tiga angka dari laga ini sangat krusial bagi Rossoneri untuk menjaga momentum positif sebelum menyambut partai Derby della Madonnina yang sarat gengsi.