Kekalahan perdana Milan di ajang Serie A musim ini menyisakan luka mendalam di publik San Siro setelah dibungkam Bologna dengan skor 2-4. Hasil minor ini langsung memantik sorotan tajam terhadap kebugaran skuad asuhan Ruben Amorim yang tampak kedodoran sejak menit awal pertandingan.

Bermain di kandang sendiri, Rossoneri sebenarnya sempat membalikkan keadaan sebelum turun minum lewat sepasang gol Alphadjo Cisse usai tertinggal lebih dulu. Namun, petaka datang di babak kedua ketika Bologna mengamuk dan menggelontor tiga gol tambahan yang membungkam seisi stadion dan memaksa tuan rumah menelan pil pahit.

Dilansir dari Football Italia, Amorim tidak menutupi fakta bahwa anak asuhnya sudah terlihat kehabisan bensin sejak peluit pertama dibunyikan. Badai cedera yang memaksa tim tampil tanpa delapan pilar utama—termasuk Mario Gila, Samuel Chukwueze, hingga Adrien Rabiot—membuat opsi rotasi sang pelatih tereduksi drastis di tengah jadwal padat.

Kendati demikian, juru taktik asal Portugal tersebut dengan tegas menolak menjadikan krisis cedera sebagai alibi atas kekalahan memalukan di kandang. Ia mengakui timnya kesulitan menjaga intensitas pressing konstan karena minimnya opsi rotasi, namun ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak sedang mencari pembelaan diri di hadapan media.

Situasi ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang sangat mendesak bagi jajaran pelatih. Terlebih, ujian berat berikutnya sudah menanti di depan mata dengan digelarnya Derby della Madonnena menghadapi Inter Milan akhir pekan mendatang yang menuntut kesiapan mental serta fisik skuad secara maksimal.