Maurizio Sarri, pelatih Atalanta, angkat bicara jelang laga berat melawan AS Roma di Stadio Olimpico, Sabtu (28/9) malam WIB. Sorotan utamanya tertuju pada Donyell Malen, yang disebutnya sedang dalam 'kondisi prima'.

“Malen sedang dalam kondisi prima, jadi penting untuk menghentikannya,” ujar Sarri, seperti dikutip dari Football Italia. Penyerang asal Belanda itu memang langsung tampil impresif sejak bergabung dengan Roma pada bursa musim panas lalu. Ancaman terbesar bagi pertahanan Atalanta diprediksi bakal datang dari mantan pemain Borussia Dortmund tersebut.

Selain soal Malen, Sarri juga mengeluhkan jadwal padat yang membebani timnya. Atalanta menjadi satu-satunya klub Serie A yang sudah memainkan empat laga dalam 11 hari. Hal ini membuat persiapan untuk menghadapi Roma menjadi terbatas.

“Ini pertandingan antara tim yang sudah bekerja selama 13 atau 14 bulan dengan tim yang baru berusia 45 hari,” kata Sarri, menyoroti perbedaan waktu persiapan yang cukup jauh. Beberapa pemain anyar La Dea memang masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan skema permainannya.

Pelatih berusia 65 tahun itu pun mengaku lega bursa transfer telah ditutup. Ia bisa fokus penuh pada pekerjaannya di lapangan. “Saya senang bursa transfer sudah usai. Kami pelatih tidak bisa punya 50 hari dengan bursa transfer di tengah-tengah,” ujarnya dengan nada santai.

Sarri juga melempar pujian kepada Roma yang dia nilai layak diperhitungkan sebagai kandidat perebut scudetto musim ini. “Saya akan terkejut jika Roma tidak berjuang untuk scudetto,” tegasnya. Ia juga menyebut Gian Piero Gasperini sebagai pelatih yang sangat kuat, namun menegaskan timnya akan tetap berani tampil menekan.

“Laga besok pasti sulit, tapi kami akan mencoba memainkan permainan kami,” pungkas Sarri. Dengan modal awal musim yang positif dari Roma dan jadwal padat yang membebani Atalanta, laga ini diprediksi akan menjadi ujian terbesar bagi kedua tim sejauh ini.