Badai kritik seolah tak pernah berhenti mengiringi langkah Florian Wirtz sejak pertama kali mendarat di Liverpool. Di tengah sorotan tajam dan ekspektasi harga tinggi, playmaker asal Jerman ini kerap dituding kesulitan beradaptasi dengan intensitas sepak bola Inggris. Namun, sebuah pemandangan kontras tersaji saat ia sukses menciptakan sembilan peluang terbuka dalam satu laga Premier League, sebuah catatan rekor tertinggi sejak Januari 2021.

Meski tampil kreatif, perdebatan soal posisi ideal sang gelandang serang terus memanas di kalangan pengamat. Mantan pemain timnas Inggris, Danny Murphy, sempat melontarkan analisis bahwa formasi dua gelandang tengah Liverpool kewalahan menutupi ruang ketika Florian Wirtz beroperasi sendirian sebagai pemain nomor 10 murni. Kritik kian pedas mengingat ia sempat kehilangan bola sebanyak 19 kali dan hanya memenangkan satu dari sembilan duel fisik di atas lapangan.

Titik balik justru lahir dari sebuah penyesuaian taktik yang sangat sederhana di paruh kedua pertandingan melawan Brentford. Mengingat masa kejayaannya bersama Bayer Leverkusen selalu tercipta dalam sistem dua gelandang serang, pelatih mencoba menerapkan skema serupa. Masuknya Rio Ngumoha mengubah bentuk lini tengah menjadi laksana formasi 4-2-3-1 asimetris, menempatkan dua kreator sekaligus di area sentral.

Perubahan kecil ini langsung membuahkan hasil instan yang mengubah jalannya laga. Ketika Florian Wirtz mengirimkan umpan terobosan brilian untuk gol penyeimbang Victor Munoz, ruang tembak itu tercipta karena bek Brentford terpecah konsentrasinya dalam menjaga dua pemain nomor 10 sekaligus. Pola serangan serupa kembali terulang yang berujung pada gol kemenangan krusial di menit-menit akhir.

Dilansir dari FourFourTwo, eksperimen meniru formula sukses dari Bundesliga ini membuktikan bahwa masalah utama sang pemain bukan pada kecepatan fisik, melainkan masalah formasi. Jika teka-teki Florian Wirtz benar-benar ingin dipecahkan demi masa depan Liverpool, maka permanenisasi skema dua gelandang serang kini menjadi opsi paling masuk akal di atas lapangan.