Kabar besar datang bagi para pendukung Timnas Indonesia dan penikmat sepak bola tanah air. Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) resmi mengumumkan proyek perombakan total rumput Gelora Bung Karno yang dimulai sejak akhir Oktober lalu. Langkah masif ini diambil bukan sekadar mempercantik arena, melainkan sebagai bagian dari pengembangan menyeluruh Field of Play (FOP) demi menjaga kualitas jangka panjang bagi laga internasional maupun agenda hiburan akbar.

Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPKGBK, Rofik Anwar, menjelaskan bahwa seluruh rumput lama telah dikupas total dan tidak akan dipakai kembali. Pihak pengelola memilih melakukan peremajaan secara total agar performa lapangan jauh lebih prima dibanding sebelumnya. Pengerjaan fisik ini dijadwalkan rampung pada akhir November 2026, meski stadion harus steril dari aktivitas sepak bola selama periode tersebut demi kelancaran konstruksi.

Di sisi lain, Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi Afif Kusumo, menegaskan bahwa Timnas Indonesia tetap menjadi prioritas utama penggunaan stadion keramat ini begitu proses pemulihan selesai. Meski target aman pemakaian dicanangkan pada April 2027, pihak pengelola tidak menutup kemungkinan untuk mempercepat penggunaannya jika perkembangan rumput menunjukkan hasil positif pada Januari atau Februari 2027.

Proyek perbaikan ini juga dirancang untuk memperkuat struktur area tengah lapangan agar mampu menahan beban konser musik berskala masif tanpa merusak rumput. Dengan dukungan peralatan modern, waktu pemulihan lapangan atau recovery seusai acara non-olahraga diharapkan bisa jauh lebih singkat ke depannya, sehingga agenda Skuad Garuda tidak akan terganggu.

Keputusan besar ini tentu menjadi angin segar di tengah tingginya jadwal padat dan kebutuhan venue representatif bagi Timnas Indonesia di kancah internasional. Publik kini tinggal menanti bagaimana transformasi total rumput stadion kebanggaan bangsa ini berbuah manis pada tahun 2027 mendatang.