Pemain andalan Calvin Verdonk baru saja menorehkan tinta emas dalam lembaran kariernya sebagai pesepak bola asal Indonesia. Dipercaya tampil sejak menit awal oleh pelatih Davide Ancelotti, ia mencatatkan sejarah membanggakan saat membela Lille di ajang Liga Champions. Sayangnya, debut manis sebagai starter ini belum mampu menyelamatkan Les Dogues dari terjangan badai kekalahan saat bersua dengan Galatasaray.
Bermain di posisi bek kiri, pemain yang sebelumnya sempat memperkuat NEC Nijmegen ini langsung menjadi motor penggerak permainan dari lini belakang. Berdasarkan data statistik pertandingan, ia mencatatkan total 64 sentuhan bola sepanjang 90 menit penuh di atas lapangan. Catatan ini membuktikan betapa ia aktif terlibat dalam aliran bola bersama rekan setimnya di lini pertahanan.
Dari aspek distribusi bola, akurasi operan pemain Timnas Indonesia ini terbilang cukup solid dengan menyentuh angka 82 persen. Tercatat ada 37 operan sukses dari 45 percobaan yang ia lepaskan. Tak hanya itu, ia juga rajin membantu serangan dengan mengirimkan 11 operan akurat di area sepertiga akhir lapangan serta mencatatkan dua umpan silang akurat dari empat percobaan.
Kendati tampil spartan dalam membangun serangan, perjuangan keras harus dibayarnya di lini belakang saat meredam pergerakan lawan. Ia tercatat harus memenangi empat dari sembilan duel perebutan bola, serta melakukan tiga pelanggaran yang berbuah peluit dari sang pengadil lapangan. Kontribusi defensifnya juga dilengkapi dengan catatan dua intersep serta satu kali sapuan penting.
Akan tetapi, penampilan solid secara individu tersebut harus tercoreng karena hasil akhir pertandingan yang kurang memihak. Lille harus mengakui keunggulan Galatasaray dengan skor akhir 2-4. Kekalahan pahit ini membuat posisi Les Dogues semakin terbenam di papan bawah, tepatnya di peringkat ke-35 klasemen sementara Liga Champions usai gagal meraup poin dari tiga laga awal.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang