Presiden Javier Tebas terpaksa mengambil langkah cepat untuk memadamkan api konflik panas yang melibatkan bintang Real Madrid, Kylian Mbappe. Komentar kontroversial sang penyerang mengenai Mao Zedong menuai kecaman keras dari publik China hingga memicu ancaman serius pemutusan hak siar televisi di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Gelombang kemarahan publik bermula ketika Mbappe menyebut sebuah foto rekayasa dirinya sebagai lelucon yang menampilkan wajah diktator China. Pernyataan tersebut langsung melukai perasaan masyarakat setempat yang hingga kini tetap memandang Mao Zedong sebagai figur revolusioner terhormat, bukan sekadar diktator seperti yang disematkan.

Situasi pelik ini memaksa otoritas Liga Spanyol bergerak cepat demi menyelamatkan aset bisnis jangka panjang mereka. Pasalnya, stasiun televisi pemerintah China sempat memberikan sinyal kuat untuk membekukan seluruh tayangan kompetisi kasta teratas Spanyol sebagai bentuk protes keras atas insiden sensitif ini.

Dalam pernyataan resminya dilansir dari CNN Indonesia, Tebas secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh masyarakat serta pemangku kepentingan sepak bola di China. Ia menegaskan bahwa pihak liga sangat menyesalkan dampak buruk yang ditimbulkan oleh komentar individu tersebut terhadap hubungan harmonis yang telah lama terjalin.

Langkah sigap ini diambil bukan tanpa alasan kuat, melainkan demi melindungi kepentingan komersial serta kelangsungan kerja sama yang melibatkan puluhan klub profesional. Pihak liga kini terus berkoordinasi intensif dengan lembaga olahraga setempat untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan siaran tetap mengudara.