Gelombang amarah mulai terasa di Selhurst Park setelah Crystal Palace menelan kekalahan pahit 0-2 dari Newcastle United. Para pendukung tuan rumah menyambut peluit akhir pertandingan dengan sorakan cemoohan yang membakar tribun, bentuk kekecewaan mendalam atas performa merosot tim kesayangan mereka di kancah Premier League. Situasi ini membuat manajer anyar Pierre Sage berada di bawah tekanan besar, hanya empat bulan setelah ia meneken kontrak berdurasi tiga tahun untuk meneruskan era sukses pendahulunya.
Kekalahan dari The Magpies memperpanjang catatan buruk The Eagles yang kini terperosok di zona empat terbawah klasemen sementara. Mereka gagal meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di berbagai ajang, termasuk kekalahan telak 0-5 dari rival abadi Brighton akhir pekan sebelumnya. Dilansir dari BBC Sport, lini pertahanan Palace bahkan menjadi yang paling rapuh di liga setelah kebobolan 19 gol hanya dalam delapan pertandingan awal musim ini.
Menanggapi sorotan tajam dari suporter dan rumor seputar masa depannya, juru taktik asal Prancis tersebut tetap bersikap tenang. Dalam konferensi pers usai laga, ia menegaskan bahwa kritikan suporter adalah hal yang normal ketika tim gagal memberikan kemenangan. Menurutnya, kebisingan di luar klub hanyalah konsekuensi dari hasil buruk di atas lapangan, dan ia bersama skuadnya memilih untuk fokus mencari solusi taktis demi bangkit secepat mungkin.
Kendati demikian, para pengamat sepak bola menilai bahwa pendekatan manajerial sang pelatih mungkin perlu dievaluasi. Pakar sepak bola Prancis, Julien Laurens, menyebut eks juru taktik Lens itu terkadang terlalu baik hati untuk ukuran manajer di kompetisi seketat Liga Inggris. Sikap empati yang ditunjukkannya kepada lawan usai meraih kemenangan dinilai kurang cocok untuk menghadapi kerasnya atmosfer kompetisi level atas yang menuntut ketegasan tanpa kompromi.
Ujian berat berikutnya kini sudah menanti di depan mata bagi skuad asuhan pelatih berusia 47 tahun tersebut. Mereka dijadwalkan menghadapi Tottenham Hotspur sebelum menjamu Liverpool pada awal November mendatang, sebelum kompetisi libur sejenak untuk jeda internasional. Jika tidak segera menemukan formula kemenangan, bukan tidak mungkin manajemen klub akan mengambil keputusan tegas terkait masa depan sang manajer.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang