Mantan penyerang legendaris Thierry Henry akhirnya buka suara merespons gelombang kritik yang mengarah kepadanya pasca malam penganugerahan Ballon d'Or. Pria asal Prancis yang tampil sebagai co-host bersama Kate Scott itu sempat menuai sorotan tajam publik tribun sepak bola internasional akibat dua momen interaksi yang dianggap kontroversial. Kritik tersebut datang setelah ia melontarkan pertanyaan kepada wonderkid Barcelona serta interaksinya saat memperkenalkan Trofi Socrates di atas panggung.
Momen pertama yang memantik perdebatan sengit terjadi ketika Lamine Yamal sukses mengamankan Trofi Kopa. Di hadapan pendukung yang memadati ruangan, Henry sempat melontarkan candaan menohok dengan menanyakan apakah itu penghargaan yang benar-benar diinginkan sang pemain muda, merujuk pada trofi utama Ballon d'Or yang belum berada di genggamannya. Sebagian suporter menilai pertanyaan tersebut berlebihan dan mempermalukan pemain berusia belasan tahun itu, sementara yang lain menganggapnya sebagai gurauan biasa di atas panggung.
Menanggapi kehebohan tersebut, Henry menegaskan bahwa pertanyaannya murni sebuah lelucon karena Yamal sudah sering meraih penghargaan kategori muda tersebut. Legenda Arsenal itu juga menekankan kekagumannya yang mendalam terhadap kualitas olah bola sang bintang muda Spanyol, bahkan mengaku siap membayar tiket demi menyaksikan aksi individunya di atas lapangan. Jauh sebelum malam penghargaan, pengamat sepak bola ini memang dikenal kerap memuji kecerdasan taktik Yamal, termasuk keputusan cerdas sang pemain saat meredam tempo serangan balik di ajang Euro 2024 lalu.
Selain masalah Yamal, sorotan juga mengarah pada insiden kecil antara Henry dan rekan pembawanya saat membahas Trofi Socrates yang terinspirasi dari legenda Brasil. Guyonan filosofis terkait pelafalan nama tersebut sempat dianggap sebagian penonton sebagai bentuk ketidaksopanan di depan publik. Namun, sang maestro memastikan bahwa rekan kerjanya tersebut sepenuhnya mengerti dan sengaja ikut bermain dalam skenario candaan panggung tersebut.
Pria yang kini aktif sebagai pengamat sepak bola di televisi ini menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memiliki niat sedikit pun untuk merendahkan siapa pun di dunia sepak bola. Dengan rekam jejak panjang sebagai mantan pemain top dunia hingga kini berkarier di balik meja analisis, ia berharap publik bisa melihat insiden tersebut secara lebih proporsional tanpa harus membesar-besarkan tuduhan negatif yang tidak berdasar.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang