Malam-malam di kompetisi Eropa selalu punya cara tersendiri untuk menguji mentalitas para pemain di atas lapangan hijau, meninggalkan kenangan yang jauh lebih membekas ketimbang laga domestik biasa. Bagi mantan bek Tottenham Hotspur, Toby Alderweireld, duel leg kedua semifinal Champions League 2019 kontra Ajax Amsterdam merupakan momen paling menegangkan yang pernah ia rasakan sepanjang kariernya.
Dilansir dari FourFourTwo, langkah Spurs langsung terasa berat setelah tertinggal agregat 0-1 pada leg pertama di kandang sendiri. Situasi semakin memburuk ketika mereka tertinggal dua gol tambahan di babak pertama di Amsterdam melalui aksi Donny van Beek dan Matthijs de Ligt, membuat wakil Inggris itu harus mengejar ketertinggalan tiga gol di paruh kedua pertandingan.
"Kami tertinggal 2-0 saat turun minum di Amsterdam dan harus mencetak tiga gol. Saat itu permainan kami sama sekali tidak jalan, sampai-sampai saya berpikir untuk pulang saja karena merasa ini mustahil terjadi," kenang bek asal Belgia tersebut menggambarkan keputusasaannya di ruang ganti.
Perubahan taktik drastis dilakukan oleh pelatih Mauricio Pochettino saat jeda pertandingan dengan memasukkan penyerang jangkung Fernando Llorente. Strategi umpan-umpan jauh dan permainan fisik langsung diterapkan untuk memanfaatkan postur tubuh pemain Spurs demi membongkar pertahanan tuan rumah.
Keputusan tersebut membuahkan hasil instan ketika Lucas Moura mencetak dua gol cepat yang menghidupkan kembali asa tim tamu. Puncaknya terjadi pada detik-detik akhir pertandingan ketika Moura sukses melengkapi catatan hat-trick dramatisnya untuk membawa Spurs lolos ke final Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang