Torino akhirnya mencapai kesepakatan untuk melepas Tino Anjorin ke Goztepe dengan status pinjaman plus opsi pembelian. Namun, nasib berbeda menimpa Gvidas Gineitis yang batal pindah ke Celtic di hari pamungkas bursa transfer. Jendela transfer Italia memang sudah ditutup, tapi bukan berarti klub-klub Serie A tak bisa berjualan ke liga lain yang masih aktif, seperti Turki.

Kabar ini diumumkan oleh sejumlah media terpercaya, termasuk Sky Sport Italia dan Fabrizio Romano. Torino sepakat melepas Anjorin ke Goztepe dengan skema pinjaman hingga akhir musim, disertai opsi pembelian senilai sekitar €6 juta (sekitar Rp102 miliar). Gelandang asal Inggris berusia 24 tahun ini merupakan produk akademi Chelsea dan sempat memperkuat Empoli pada 2024 sebelum hijrah ke Torino dengan biaya €4,5 juta pada musim panas lalu.

Sementara itu, Gineitis justru menjadi sorotan karena rencana transfernya ke Celtic batal total. Sebelumnya, Celtic dikabarkan paling serius mengejar pemain asal Lituania tersebut, namun kesepakatan tak pernah tercapai hingga batas waktu bursa Skotlandia berakhir. The Hoops disebut akan mencoba lagi pada Januari mendatang, membuat saga transfer ini berlarut-larut hingga berbulan-bulan.

Gelandang 22 tahun itu sebenarnya sudah siap dijual setelah Torino mendatangkan Rolando Mandragora dari Fiorentina dan Daniel Braganca dari Sporting CP. Kedatangan dua pemain anyar itu membuat persaingan di lini tengah Granata semakin ketat, sehingga ruang bermain Gineitis terancam menyusut.

Keputusan Torino melepas Anjorin ke Goztepe tampaknya bagian dari strategi untuk merampingkan skuad sekaligus memberi kesempatan bagi pemain yang jarang tampil. Sementara untuk Gineitis, penundaan ini bisa menjadi peluang emas bagi Celtic untuk kembali menawar di bursa Januari, dengan harapan harga bisa lebih murah.