Kemenangan mengejutkan penyerang andalan Harry Kane dalam ajang Ballon d'Or 2026 memicu gelombang kontroversi di dunia sepak bola internasional. Mantan bintang Real Madrid, Guti, secara terbuka mengecam hasil tersebut dan bahkan menduga penghargaan individu paling bergengsi itu sudah diatur sejak awal.
Kecurigaan Guti bermula dari keputusan janggal pihak penyelenggara yang memindahkan lokasi seremoni dari Paris ke London untuk memperingati ulang tahun ke-70 penghargaan ini. Menurutnya, pemilihan ibu kota Inggris tersebut terasa terlalu kebetulan karena berujung pada kemenangan pemain asal Inggris yang tampil garang bersama Bayern Munchen sepanjang musim dengan catatan 73 gol dari 65 pertandingan.
Tudingan tersebut disampaikannya dalam acara sepak bola Spanyol, El Chiringuito, di mana ia menyindir keras perpindahan tempat acara. Guti merasa aneh ketika seremoni dipindahkan ke tanah Britania Raya dan sosok dari sana keluar sebagai pemenang, mengalahkan nama-nama besar lain yang sempat dijagokan publik seperti Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.
Di sisi lain, pemimpin redaksi France Football, Vincent Garcia, memberikan penjelasan resmi untuk mendinginkan suasana panas di media. Garcia menegaskan bahwa persaingan dalam perolehan suara berlangsung sangat ketat dan menegangkan, di mana Mbappe sempat memimpin cukup lama sebelum akhirnya Kane membalikkan keadaan dengan selisih tipis.
Terlepas dari berbagai spekulasi dan tudingan miring yang mengalir deras dari publik Spanyol, belum ada bukti valid yang menunjukkan adanya rekayasa dalam pemungutan suara. Sang bomber pun memilih fokus kembali ke Jerman untuk menjalani sesi latihan rutin bersama klubnya setelah merayakan pencapaian bersejarah ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang