Menjaga konsistensi permainan sepertinya menjadi pekerjaan rumah paling mendesak bagi AC Milan di bawah komando pelatih anyar mereka. Selepas menumbangkan Genoa dengan skor tipis 2-1 di Stadio Luigi Ferraris, sang juru taktik langsung melontarkan tuntutan keras kepada para pemainnya agar tidak pernah merasa santai mengenakan seragam kebesaran klub.

Kemenangan tandang ini diraih berkat gol cepat yang dicetak oleh Alphadjo Cisse dan bintang timnas Amerika Serikat, Christian Pulisic. Meski sempat mendapat tekanan hebat usai tuan rumah memperkecil kedudukan lewat gol deflection Mikkel Ellertsson, Rossoneri sukses mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi, sekaligus memutus tren positif tiga kemenangan beruntun milik kubu lawan.

Performa naik-turun ini memang menjadi sorotan utama musim ini, di mana Milan kerap tampil impresif pada akhir pekan namun justru kehilangan taji di kompetisi Eropa. Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa masalah utama timnya sama sekali bukan perkara fisik, melainkan pergeseran mentalitas bertanding yang harus dijaga setiap saat tanpa mengenal kata libur.

"Ketika Anda bermain untuk Milan, tidak ada hari libur. Anda tidak bisa mematikan fokus pada hari Kamis lalu menyalakannya kembali pada hari Minggu," tegas sang pelatih kepada DAZN Italia, seperti dilansir dari Football Italia. Ia menambahkan bahwa skuadnya harus memiliki kepanikan yang sehat, yakni merasakan kekalahan sebagai akhir dari segalanya.

Di sisi lain, situasi lini depan yang dihuni oleh Goncalo Ramos juga turut menjadi bahan evaluasi. Meski kerap terlibat dalam proses membangun serangan, sang penyerang masih kesulitan mencatatkan namanya di papan skor karena minimnya suplai bola di sepertiga akhir lapangan, sebuah PR besar yang harus segera diselesaikan dalam proses panjang tim musim ini.