Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali harus menghadapi ujian berat dalam karier balap internasionalnya. Menjelang balapan Moto3 Qatar 2026, ia dijatuhi sanksi penalti turun enam posisi akibat melanggar aturan bendera kuning pada sesi latihan bebas pertama.

Sanksi tersebut diberikan karena Veda Ega Pratama tetap memacu kendaraannya secara tidak semestinya saat bendera peringatan berkibar di Sirkuit. Situasi ini langsung memicu sorotan tajam mengingat ketatnya persaingan di ajang balap level dunia yang dinaungi oleh Honda Team Asia musim ini.

Kendati demikian, hukuman di Qatar ternyata bukanlah yang paling berat bagi sang pembalap. Pada seri kesembilan Moto3 Ceko di Sirkuit Brno, ia pernah merasakan sanksi yang jauh lebih telak berupa penurunan 12 posisi start akibat melaju terlalu lambat di sesi kualifikasi kedua.

Dampak dari hukuman di Brno tersebut memaksa dirinya yang awalnya mengamankan posisi kedelapan harus rela memulai balapan dari urutan ke-20. Namun, mental baja yang dimiliki sang pembalap terbukti ampuh ketika ia mampu bangkit dan finis di posisi kelima secara gemilang.

Secara keseluruhan, catatan disiplin sang pembalap menunjukkan tantangan adaptasi yang tidak mudah di panggung dunia. Sepanjang keikutsertaannya tahun ini, ia tercatat sudah menerima empat sanksi berbeda yang mencakup dua penalti posisi start serta dua hukuman long lap penalty.