Klub EFL Championship, Wrexham, harus menerima kenyataan pahit setelah dijatuhi denda sebesar 75.000 Poundsterling atau sekitar Rp1,5 Miliar oleh English Football League (EFL). Dari total denda tersebut, sebanyak 25.000 Poundsterling atau sekitar Rp500 Juta dinyatakan ditangguhkan menyusul kelalaian administratif fatal yang dilakukan klub dalam dua laga awal musim ini.

Dilansir dari BBC Sport, insiden pertama bermula ketika Issa Kabore diturunkan saat Wrexham menelan kekalahan 1-2 dari Birmingham City pada 28 Agustus. Bek asal Burkina Faso yang baru dibeli permanen dari Manchester City tersebut dianggap tidak sah bermain karena dokumen izin kerja dari Home Office belum diunggah secara benar ke sistem liga.

Pelanggaran kedua terjadi hanya beberapa hari berselang, tepatnya ketika Callum O'Hare dimasukkan ke dalam daftar pemain cadangan dalam kemenangan 3-0 atas Millwall pada 2 September. Gelandang serang yang didatangkan dari Sheffield United pada hari penutupan bursa transfer ini gagal melengkapi dokumen administrasinya tepat waktu sebelum laga di markas Millwall dimulai.

Situasi pelik ini tentu menjadi pukulan telak bagi manajemen klub yang kini tengah berjuang di papan bawah. Berada di peringkat ke-17 klasemen sementara Championship dari 12 pertandingan, masalah di luar lapangan seperti ini tentu sangat mengganggu fokus tim asuhan pelatih Phil Parkinson yang sedang berupaya mengamankan posisi mereka di divisi kedua.

Pihak klub memastikan bahwa rentetan kesalahan administratif ini sama sekali bukan kesalahan dari sang juru taktik, staf pelatih, maupun direktur olahraga baru Steve Nickson. Sebagai langkah antisipasi, manajemen Wrexham langsung bergerak cepat memperbaiki sistem internal dengan merekrut sekretaris klub baru serta meningkatkan pelatihan administratif agar insiden serupa tidak terulang.