Lamine Yamal menegaskan dirinya tidak akan melakukan kampanye khusus atau "mengemis" demi memenangkan Ballon d'Or 2026. Penyerang muda Barcelona itu mengaku bangga dengan pencapaiannya bersama klub dan timnas Spanyol, dan menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada para pemilih.

"Pertama-tama, itu tidak tergantung pada saya, tapi pada kalian [media]," ujar Lamine Yamal dalam konferensi pers menjelang laga pembuka Liga Champions melawan Feyenoord, Rabu mendatang. "Saya tidak perlu berkampanye. Saya bangga dengan tahun yang saya jalani, memenangkan Piala Dunia dan LaLiga. Saya tidak bisa meminta lebih."

Ballon d'Or 2026 akan dianugerahkan pada 26 Oktober di London. Yamal masuk dalam daftar kandidat bersama nama-nama top seperti Kylian Mbappé dari Real Madrid. Meski Mbappé dianggap pesaing kuat, Yamal tetap santai. "Ada pemain lain yang tampil luar biasa. Tapi itu tugas kalian [media]; saya tidak akan mengemis apa pun," tegasnya.

Pemain berusia 19 tahun itu juga menanggapi komentar Ousmane Dembélé, peraih Ballon d'Or tahun lalu, yang tidak memasukkannya ke dalam tiga besar pilihannya. Dembélé justru memilih Mbappé, Khvicha Kvaratskhelia, dan Harry Kane. "Dia temannya Kylian, kan?" canda Yamal. "Itu tidak mengganggu saya, sungguh. Saya sangat senang dengan tahun yang saya lalui. Saat melawan mereka di Piala Dunia, saya menang."

Musim lalu, Yamal mencetak 24 gol dan 18 assist saat membawa Barcelona juara LaLiga dan Supercopa Spanyol. Ia juga menjadi bagian dari skuad Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2026, melanjutkan sukses Euro 2024. Satu-satunya trofi besar yang belum diraihnya adalah Liga Champions. "Tidak ada motivasi lebih besar daripada memenangkan Liga Champions," ujarnya. "Semua orang menginginkannya, itu kompetisi paling spesial."

Barcelona sendiri memulai musim dengan sempurna di LaLiga: empat kemenangan dari empat laga, mencetak 17 gol. Mereka juga memperkuat skuad dengan tambahan pemain seperti Rodri dan Anthony Gordon. Pelatih Hansi Flick optimistis timnya bisa melangkah lebih jauh musim ini setelah dua tahun terakhir gagal di semifinal dan perempat final. "Kami punya kualitas untuk menang, tapi jalannya masih panjang," kata Flick.

Yamal juga masuk nominasi Ballon d'Or Men's Young Talent of the Year bersama rekan setimnya, Pau Cubarsí. Lewat unggahan di Instagram, ia menyebut Cubarsí sebagai "satu-satunya". Kini, fokus Yamal tertuju pada laga melawan Feyenoord di Spotify Camp Nou, di mana ia ingin membuktikan bahwa dirinya layak bersaing di level tertinggi, tanpa perlu memohon pengakuan.