Stadion Internasional Kairo di Mesir mendadak bergemuruh ketika Muhammad Luthfi Habibi bersama partnernya sukses mengukir sejarah emas. Bertarung di partai puncak Kejuaraan Dunia Junior 2026, ganda campuran Timnas Indonesia ini harus melewati detik-detik paling menegangkan sebelum memastikan diri berdiri di podium tertinggi.

Menghadapi pasangan tangguh asal China, Yi Lang Feng dan Meng Han Li, perjuangan wakil Merah Putih sama sekali tidak berjalan mulus. Pada gim pertama, duel berjalan sangat ketat dengan aksi kejar-kejaran angka yang membakar adrenalin penonton di tribun, hingga akhirnya Luthfi dan Dian Ramadhani Mukti merebut kemenangan tipis 17-15.

Tekanan beralih pada gim kedua ketika dominasi pasangan China mulai merepotkan pertahanan wakil Indonesia. Luthfi dan Dian sempat kehilangan ritme permainan terbaik mereka dan harus mengakui keunggulan lawan dengan skor cukup jauh 8-15, memaksa pertandingan harus dilanjutkan melalui gim penentuan yang melelahkan.

Situasi sempat berada di ujung tanduk pada gim ketiga ketika Feng dan Li memimpin 14-11, di mana kubu lawan hanya membutuhkan satu angka lagi untuk mengunci gelar juara. Namun mental baja berbicara di lapangan, perlahan tapi pasti poin demi poin dikikis hingga kedudukan kembali imbang 14-14 dalam atmosfer yang semakin mencekam.

Sambaran cerdas Dian di depan net serta reli singkat yang memaksa pemain China melakukan kesalahan krusial akhirnya membawa Indonesia membalikkan keadaan menjadi 16-14. Kemenangan dramatis ini sekaligus menegaskan dominasi generasi muda bulu tangkis tanah air di kancah internasional.