Manajemen PSIM Yogyakarta secara resmi mengambil keputusan berat dengan mendepak Jean Paul van Gastel dari kursi pelatih kepala. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama klub berjuluk Laskar Mataram tersebut, Yuliana Tasno, di Balai Kota Yogyakarta pada Sabtu sore, menyusul rentetan hasil minor yang terus menghantui tim.
Keputusan krusial ini diambil manajemen setelah melalui serangkaian pertimbangan matang demi menyelamatkan masa depan klub di kompetisi Super League. Dalam keterangannya, Yuliana menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab manajemen untuk memastikan keamanan serta keberlangsungan performa PSIM Yogyakarta ke depannya, baik di ruang ganti maupun saat bertempur di atas lapangan hijau selama 90 menit pertandingan.
Badai performa negatif memang menjadi alasan utama di balik perpisahan ini. Sepanjang lima pekan perdana Super League musim 2026/2027, PSIM Yogyakarta sama sekali belum pernah mencicipi manisnya kemenangan. Skuad asuhan van Gastel hanya mampu mengamankan satu hasil imbang pada laga pembuka, sementara empat pertandingan sisanya harus ditutup dengan kekalahan beruntun yang menyakitkan.
Rangkaian hasil jeblok tersebut membuat posisi Laskar Mataram kini terpuruk di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan raihan hanya satu poin. Padahal, pada musim lalu di bawah naungan pelatih asal Belanda itu, klub promosi tersebut sempat finis di peringkat ke-11 setelah menunjukkan awal musim yang cukup menjanjikan bagi para pendukung setianya.
Untuk mengisi kekosongan kursi kepelatihan, manajemen menunjuk Guntur Cahyo Utomo sebagai pelatih sementara atau caretaker. Pihak klub juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada kelompok suporter setia seperti Brajamusti dan Maident, serta berharap keputusan ini dapat membawa angin segar bagi kebangkitan tim di sisa kompetisi musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang