AC Milan langsung bangkit dari hasil mengecewakan di kancah Eropa dengan mengamankan kemenangan krusial 2-0 atas Udinese dalam lanjutan Serie A pada hari Minggu. Hasil positif ini tidak lepas dari kontribusi vital penyerang sayap andalan mereka, Christian Pulisic, yang sukses membuka keunggulan tim tuan rumah sekaligus menegaskan dominasi Rossoneri di kompetisi domestik di bawah arahan pelatih Ruben Amorim.

Pertandingan baru berjalan enam menit ketika kejeniusan Luka Modric memecah kebuntuan melalui situasi bola mati yang cepat. Gandang veteran asal Kroasia tersebut mengirimkan umpan cerdas melewati lini pertahanan Udinese yang kurang siaga, yang kemudian dikontrol dengan sempurna oleh Pulisic sebelum melepaskan tembakan mendatar melewati kiper Maduka Okoye. Gol cepat ini langsung membakar semangat publik San Siro dan mengubah dinamika permainan secara keseluruhan.

Unggul satu gol tidak membuat Milan mengendurkan tekanan. Sepanjang babak pertama, skuad asuhan Ruben Amorim terus menebar ancaman melalui aksi Davide Bartesaghi dan Fikayo Tomori, meski lini belakang Udinese masih mampu bertahan dari gempuran bertubi-tubi. Di sisi lain, kiper utama Milan, Mike Maignan, tampil solid di bawah mistar gawang dengan mementahkan sejumlah percobaan jarak jauh dari pemain lawan untuk menjaga keunggulan tetap aman hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Milan semakin memperbesar keunggulan pada menit ke-65 lewat aksi pemain pinjaman asal Nottingham Forest, Omari Hutchinson. Memanfaatkan bola muntah hasil tendangan keras Ardon Jashari yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh Okoye, Hutchinson dengan tenang menyambar bola liar untuk mencetak gol perdananya bagi Rossoneri. Gol ini semakin memantapkan kendali permainan bagi tim tuan rumah di sisa waktu babak kedua.

Tambahan tiga poin penuh ini membawa Milan mengoleksi 10 poin dari empat pertandingan terakhir dan sukses merangsek naik ke peringkat keempat klasemen sementara Serie A. Sebaliknya, kekalahan ini memperpanjang tren negatif Udinese yang harus menelan enam kekalahan beruntun di liga, membuat posisi mereka semakin terancam dan kini hanya unggul selisih gol dari zona degradasi.