Panggung Liga Champions kembali dibuat bergetar oleh aksi magis wonderkid Lamine Yamal yang tampil brilian ketika Barcelona melibas Galatasaray dengan skor telak 4-1 di Istanbul. Sempat tertinggal lebih dulu, Blaugrana bangkit dan mengamankan kemenangan beruntun kesepuluh mereka di semua kompetisi awal musim ini. Yamal menjadi otak dari kebangkitan tim tamu lewat aksi individunya di babak kedua yang memukau puluhan ribu pasang mata di stadion.

Puncak kecemerlangan pemain berusia 19 tahun itu tersaji ketika ia melahirkan assist untuk gol Anthony Gordon. Mengelabui bek lawan dengan gerakan pura-pura menendang teknik rabona, ia sukses membuka ruang sebelum mengirim operan matang. Kepada Movistar, Yamal menyebut trik tersebut sebagai 'hampir rabona' yang berbuah manis bagi lini serang asuhan Hansi Flick.

Pelatih asal Jerman tersebut tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap performa sang pemain muda di paruh kedua pertandingan. Di bawah komando Flick, Barcelona kini menjelma sebagai mesin gol yang menakutkan dengan catatan 43 gol dari 10 pertandingan pembuka. Konsistensi luar biasa ini membuat sang wonderkid mulai berani memasang target tinggi untuk meraih treble winner musim ini.

Bagi Yamal pribadi, catatan statistiknya musim ini kian mentereng dengan membukukan delapan gol serta sembilan assist dari 10 penampilan di berbagai ajang. Pengaruhnya di atas lapangan terbukti mampu mengubah jalannya laga pelik ketika tim Catalan membutuhkan solusi taktik di sepertiga akhir pertahanan lawan.

Ujian berat kini sudah menanti Blaugrana dalam rangkaian jadwal padat sepekan ke depan di kancah domestik maupun Eropa. Mereka harus bersiap melawat ke markas Real Betis, terbang menghadapi Paris Saint-Germain, sebelum menjamu rival abadi Real Madrid di partai El Clasico pertama musim ini.