Suasana panas tersaji di pinggir lapangan ketika Napoli harus menelan kekalahan pahit 1-3 dari Villarreal dalam duel yang diwarnai friksi internal. Pelatih kepala Massimiliano Allegri kedapatan meluapkan kemarahannya kepada sang maestro lini tengah, Kevin De Bruyne, yang diduga secara terbuka mengabaikan instruksi taktik sang allenatore sepanjang paruh pertama pertandingan.

Konflik ini berakar dari perbedaan pandangan tajam terkait posisi ideal sang gelandang di atas lapangan hijau. Allegri menginginkan pemain bintang asal Belgia itu untuk mengemban peran yang lebih defensif demi memberikan kebebasan dan ruang lebih luas bagi Scott McTominay untuk menebar ancaman di sepertiga akhir pertahanan lawan.

Namun, skema tersebut jelas tidak berjalan mulus karena sang pemain andalan dikabarkan sama sekali tidak menikmati penugasan taktis tersebut. Laporan dari Italia menyebutkan bahwa sang juru taktik berulang kali meneriakkan instruksi agar lini tengahnya turun lebih dalam, namun panggilan tersebut sama sekali tidak diindahkan oleh sang pemain di lapangan.

Situasi semakin memanas ketika gestur frustrasi justru ditunjukkan di atas lapangan hijau, memperlihatkan keretakan komunikasi yang semakin nyata di skuad Partenopei. Selepas peluit panjang dibunyikan, sang pelatih secara terbuka mengakui kepada media bahwa dirinya dan sang gelandang andalan sama sekali tidak saling memahami dalam menerjemahkan strategi.

Musim ini sendiri menjadi tahun kedua bagi sang bintang berseragam biru langit setelah sebelumnya juga sempat melontarkan kritik pedas terhadap pendekatan taktik dari era kepelatihan Antonio Conte. Dinamika internal yang kurang harmonis ini tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen klub untuk segera meredam tensi demi menyelamatkan target musim ini di kancah domestik maupun Eropa.