Kegagalan mengejutkan Arsenal di ajang Carabao Cup usai disingkirkan oleh klub League Two, Fleetwood Town, menyisakan cerita panas di lorong stadion. Sorotan utama tertuju pada insiden kartu merah yang diterima oleh wonderkid berusia 16 tahun, Max Dowman, akibat tindakan kekerasan setelah terlibat perselisihan dengan bek lawan, Harrison Neal. Reaksi dingin sang manajer, Mikel Arteta, saat sang pemain berjalan menuju terowongan langsung memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola.
Dilansir dari Sky Sports, tindakan Arteta yang tampak menegur Dowman alih-alih merangkulnya menuai kritik tajam dari legenda klub, Paul Merson. Menurut Merson, perlakuan tersebut tidak akan diberikan oleh sang juru taktik seandainya pemain yang melanggar adalah pemain senior berpengalaman seperti Viktor Gyokeres. Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, Merson menilai bahwa sang pemain muda sangat membutuhkan dukungan moral ketimbang teguran di tengah situasi pertandingan yang masih berjalan imbang 1-1 sebelum akhirnya Meriam London takluk lewat drama adu penalti.
Ketika disinggung mengenai isi pembicaraannya dengan sang pemain belia, Arteta memilih untuk tetap bungkam dan hanya menyatakan bahwa hal tersebut telah didiskusikan sebelumnya secara internal. Pelatih asal Spanyol itu juga enggan berspekulasi terlalu jauh mengenai keputusan wasit terkait kartu merah tersebut, mengingat dirinya belum melihat tayangan ulang insiden. Bagi Arteta, fokus utamanya saat itu adalah bagaimana anak asuhnya tetap mampu menciptakan sejumlah peluang matang meski harus bermain dengan sepuluh orang di sisa waktu pertandingan.
Di sisi lain, Arteta dengan ksatria memberikan ucapan selamat kepada Fleetwood Town yang sukses menciptakan kejutan besar di ajang piala domestik ini. Ia menegaskan bahwa kekalahan menyakitkan tersebut sama sekali bukan karena kurangnya kerja keras atau determinasi dari para pemain di atas lapangan. Kegagalan memanfaatkan dominasi penguasaan bola serta banyaknya peluang emas yang terbuang percuma menjadi evaluasi utama, di mana ketidakajegan di lini depan membuat Arsenal harus membayar mahal kekalahan dramatis ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang