Malam penghargaan Ballon d'Or 2026 di London menyisakan cerita menarik dari sudut pandang para juri penilai. Jurnalis terkemuka asal Italia, Paolo Condò, yang memegang hak suara mewakili negerinya di ajang bergengsi tersebut, memberikan pengakuan terbuka mengenai pilihannya. Di tengah keberhasilan penyerang Bayern Munich, Harry Kane, yang sukses menyabet trofi utama, nama sang bomber Inggris justru sama sekali tidak masuk dalam daftar tiga besar pilihan utama Condò.

Pemilihan Ballon d'Or sendiri ditentukan oleh panel juri internasional yang terdiri dari jurnalis spesialis dari negara-negara ranking FIFA. Dalam sistem penilaian yang ketat, Condò memutuskan untuk menempatkan penyerang andalan Real Madrid, Kylian Mbappe, di peringkat pertama pilihannya. Keputusan ini sontak memancing perhatian publik sepak bola, mengingat Kane pada akhirnya keluar sebagai pemenang resmi dan menjadi pemain Inggris pertama yang meraihnya dalam 25 tahun terakhir.

Dilansir dari Football Italia, Condò menjelaskan bahwa tahun 2026 merupakan edisi voting paling tidak pasti sepanjang sejarah penghargaan ini. Ia merasa tidak ada pemenang tunggal yang benar-benar mutlak mendominasi. Karena alasan itulah, sang jurnalis veteran memasukkan unsur visi jangka panjang dalam votingnya, termasuk kekhawatiran bahwa bintang sekelas Mbappe bisa saja pensiun tanpa pernah sekalipun mencicipi trofi Ballon d'Or di sepanjang karier gemilangnya.

Lebih lanjut, pertimbangan taktis dan statistik individu menjadi dasar kuat bagi Condò. Ia menilai Mbappe tampil lebih tajam dari Kane pada dua ajang besar yang mereka ikuti bersama. Bintang asal Prancis tersebut sukses merengkuh tiga gelar top skorer sekaligus dalam semusim, yakni di liga domestik dengan 25 gol, Liga Champions dengan 15 gol, serta Piala Dunia dengan koleksi 10 gol. Meskipun Kane juga mencetak banyak gol, performa langsung Mbappe di turnamen-turnamen mayor menjadi pembeda utama di mata sang jurnalis.

Di sisi lain, Condò tidak menutup mata atas kualitas luar biasa yang dimiliki oleh sang pemenang Ballon d'Or. Ia menyebut Kane sebagai penyerang yang sangat komplet secara menyeluruh, meski menduga ada faktor 'efek apresiasi karier' yang turut mendorong sang penyerang Inggris mengamankan suara mayoritas di tahun yang sangat kompetitif ini. Sementara itu, posisi kedua dan ketiga dalam pilihan pribadi Condò diisi oleh gelandang jangkar dan talenta kreatif lainnya.