Malam penghargaan Ballon d'Or di London menyisakan kepedihan bagi dua bintang terakbar LaLiga, di mana Kylian Mbappe dan Lamine Yamal harus pulang dengan tangan hampa meski berdiri di atas panggung podium. Sorotan tajam mengarah kepada kegagalan mereka mengamankan trofi prestisius tersebut, kalah saing dari striker Bayern Munich asal Inggris, Harry Kane, yang keluar sebagai pemenang utama.
Bagi Mbappe, ambisi besar untuk meneruskan takhta sebagai pemain terbaik dunia kembali tertunda setelah sekian lama berada di jajaran atas. Musim lalu, penyerang Real Madrid ini memang tampil tajam dengan memborong 25 gol di liga domestik serta 15 gol di Liga Champions, ditambah statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia. Namun, ketiadaan trofi kolektif bersama klubnya dan kegagalan Prancis di semifinal dari Spanyol membuat argumen kampanyenya menjadi kurang kuat di mata para pemilih.
Di sisi lain, kekecewaan mendalam juga dirasakan oleh kubu Barcelona setelah wonderkid mereka kembali gagal merengkuh penghargaan individu tertinggi ini. Remaja berusia 19 tahun tersebut sebenarnya menorehkan catatan impresif lewat 24 gol dan 18 assist dari 45 penampilan, yang sekaligus mengantar Blaugrana meraih gelar liga secara beruntun serta membawa tim nasional Spanyol menjuarai Piala Dunia.
Kendati demikian, kurangnya momen pembeda di panggung utama Piala Dunia serta cedera hamstring yang sempat mengganggunya membuat pengaruh sang pemain muda sedikit meredup di fase akhir turnamen. Meski sempat mencatatkan percobaan dribel terbanyak di turnamen tersebut, ketiadaan gol penentu di partai puncak membuat jalan sejarah untuk memecahkan rekor Ronaldo Nazario sebagai pemenang termuda harus tertunda.
Dilansir dari ESPN FC, kedua jurnalis pengamat sepak bola Spanyol menilai bahwa baik Mbappe maupun Yamal masih memiliki masa depan cerah untuk kembali mendominasi persaingan di tahun-tahun mendatang. Tanpa adanya turnamen mayor internasional pada musim panas tahun depan, peluang keduanya akan sangat bergantung pada seberapa jauh klub masing-masing melangkah di kasta tertinggi Eropa serta konsistensi performa di atas lapangan hijau.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang