Duel penuh drama tersaji di Old Trafford ketika Aston Villa harus puas bermain imbang 4-4 kontra Manchester United dalam laga Super Sunday yang gila. Namun, bukan cuma hujan gol yang jadi sorotan, melainkan aksi sang juru taktik tim tamu yang berjalan menuju terowongan pemain sebelum peluit panjang dibunyikan wasit. Publik dibuat bertanya-tanya dengan gestur tidak biasa tersebut.

Dilansir dari Sky Sports, manajer Unai Emery memberikan pembelaan usai laga. Ia menegaskan bahwa kepribadiannya sama sekali tidak tersulut emosi negatif ketika gol penyama kedudukan Patrick Dorgu tercipta pada menit ke-97. Pelatih asal Spanyol itu mengaku berjalan masuk karena mengira pertandingan memang sudah hampir usai menyusul sisa waktu tambahan yang diberikan.

"Tidak ada emosi. Mereka mencetak gol di menit ke-96 dan ada enam menit tambahan. Saya pikir pertandingan sudah mau selesai," ujar Emery dengan nada sedikit ketus menanggapi pertanyaan awak media. Ia bahkan sempat meluruskan bahasa Inggrisnya sambil menegaskan bahwa tidak ada rasa frustrasi berlebihan terhadap keputusan wasit meski kubu Villa sempat memprotes proses terjadinya gol penyeimbang tersebut.

Protes keras sejatinya datang dari petinggi klub. Direktur operasi sepak bola Villa, Damian Vidagany, meluapkan kekesalannya di media sosial terkait insiden kiper Setan Merah yang dianggap mengganggu penjaga gawang Zion Suzuki dalam kemelut sepak pojok. Meskipun demikian, pihak klub memilih legawa untuk segera berbenah menghadapi jadwal padat berikutnya di kancah domestik maupun Eropa.

Di sisi lain, Emery tidak menampik rasa kecewanya melihat keunggulan dua gol yang sudah di depan mata sirna begitu saja di pengujung laga. Meski begitu, eks pelatih Arsenal itu memastikan amarahnya tertuju pada situasi tim, bukan kepada para pemain asuhannya yang dinilai sudah berjuang maksimal di kandang lawan.