Stadion Anfield akhirnya tak lagi menjadi tempat yang angker bagi Arsenal setelah penantian panjang selama 14 tahun resmi terhenti malam ini. Pasukan Meriam London sukses mengamankan tiga poin krusial lewat kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah, berkat gol tunggal yang dicetak oleh Kai Havertz. Hasil luar biasa ini tidak hanya menegaskan mentalitas juara skuad asuhan Mikel Arteta, tetapi juga membuat mereka kini nyaman di singgasana puncak klasemen sementara Premier League.

Pertandingan sendiri berjalan dengan intensitas tinggi layaknya sebuah pertempuran fisik di lini tengah, di mana kedua tim saling memperagakan disiplin taktik yang ketat. Meskipun Liverpool mencoba mendominasi jalannya laga dengan gelombang serangan bertubi-tubi yang menghasilkan total 17 percobaan ke gawang David Raya, lini pertahanan Meriam London tampil sangat solid. Mantan bek timnas Inggris yang kini menjadi pengamat, Gary Neville, bahkan menyebut penampilan tim tamu sebagai sebuah masterclass pertahanan yang nyaris sempurna sepanjang 90 menit penuh.

Namun, jalannya laga sempat diwarnai oleh keputusan kontroversial dari perangkat pertandingan yang memantik perdebatan panas di kalangan suporter dan pengamat bola. Tuan rumah merasa dirugikan ketika wasit mengabaikan klaim penalti yang tampak cukup jelas setelah Jurrien Timber melakukan tarikan pada jersey Alexander Isak di paruh pertama babak pertama. Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, secara terbuka melontarkan kritik tajam kepada petugas VAR agar menjalankan tugasnya dengan benar dalam situasi krusial yang bisa mengubah jalannya laga tersebut.

Di sisi lain, peluang emas sempat diciptakan oleh tuan rumah melalui situasi bola mati ketika tendangan bebas membentur mistar gawang, serta sundulan bebas yang masih melambung di atas sasaran. Namun ketidakuratan penyelesaian akhir membuat mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke gawang lawan sepanjang pertandingan. Mengutip laporan eksklusif dari Sky Sports, kegagalan memanfaatkan peluang ini harus dibayar mahal oleh tuan rumah yang kesulitan menembus rapatnya blok pertahanan bawah tim tamu.

Tambahan tiga angka penuh ini membawa dampak masif pada peta persaingan papan atas Liga Inggris musim ini, di mana Arsenal kini memperlebar jarak keunggulan menjadi tiga poin atas Manchester City. Lebih dari itu, kemenangan tandang yang historis ini juga membuat jarak keunggulan Meriam London atas Liverpool kini melebar hingga sembilan poin. Konsistensi performa yang ditunjukkan dalam laga sarat tekanan seperti ini membuktikan bahwa tim Meriam London adalah kandidat kuat peraih gelar juara musim ini.