Ketegangan antara dua raksasa Eropa kembali memanas setelah Barcelona secara resmi melaporkan Paris Saint-Germain kepada badan sepak bola Eropa, UEFA. Dilansir dari ESPN FC, langkah tegas ini diambil manajemen Blaugrana menyusul koreografi tribun atau tifo yang dinilai terlalu agresif dan menyinggung dalam duel sengit di ajang Champions League pertengahan pekan ini.
Aksi kontroversial tersebut tersaji di Parc des Princes ketika para pendukung tuan rumah membentangkan spanduk raksasa bergambar sosok bertopeng membawa gergaji mesin yang tengah merusak lambang kebanggaan klub asal Catalunya. Suasana semakin mencekam dengan penggunaan suar yang memercikkan api seolah meniru gerkan nyata dari alat pemotong tersebut, disertai tulisan provokatif berbunyi Pembantaian ala Paris.
Pihak manajemen Blaugrana langsung bergerak cepat dengan melayangkan protes resmi karena menilai visual yang ditampilkan suporter lawan sudah melewati batas kewajaran dalam sepak bola modern. Dilansir dari sumber terpercaya ESPN FC, penggambaran visual tersebut dinilai memicu unsur ancaman fisik secara berlebihan serta dianggap ofensif bagi kehormatan institusi klub yang tengah bertandang.
Drama luar lapangan ini menyusul kekalahan menyakitkan yang harus diterima anak asuh pelatih Hansi Flick di atas lapangan hijau dengan skor 4-2. Sempat dua kali menyamakan kedudukan melalui aksi gemilang di lini depan, lini pertahanan Blaugrana akhirnya harus takluk di tangan deretan pencetak gol tuan rumah seperti Desiré Douré hingga Vitinha yang mengunci tiga poin penuh.
Hasil minor di kandang lawan ini sekaligus memutus rekor 11 pertandingan tanpa terkalahkan yang sebelumnya diukir oleh klub La Liga tersebut pada awal musim ini. Tekanan kini semakin menumpuk bagi skuad asuhan pelatih asal Jerman itu, mengingat mereka harus segera melupakan kekalahan Eropa demi menatap duel akbar El Clásico melawan rival abadi akhir pekan ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang